Kabar BUMN - Antusiasme petani dalam memenuhi kebutuhan pertanian berdampak positif terhadap penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Hingga 4 Mei 2026, PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil menyalurkan sebanyak 15.993 ton pupuk bersubsidi kepada petani di wilayah tersebut.
Regional CEO 2 Pupuk Indonesia, Muhammad Ihwan F, mengatakan tingginya antusiasme petani dalam menebus pupuk subsidi dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kemudahan sistem digital hingga kebijakan pemerintah terkait harga pupuk.
Baca Juga: Kendala Teknis yang Sering Dihadapi Saat Melakukan WFH dan Cara Mengatasinya
“Banyak petani yang menebus pupuk bersubsidi dari awal tahun 2026 karena sistem digital i-Pubers yang memudahkan petani dalam menebus di PPTS, hingga kebijakan Presiden Prabowo yang menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen pada Oktober 2025,” demikian ungkap Ihwan dalam kegiatan Workshop Optimalisasi Distribusi Pupuk dan Akses Pembiayaan Petani Melalui Sinergi Program Pemerintah di Tegal.
Realisasi penyaluran sebanyak 15.993 ton tersebut setara dengan 40 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi Kabupaten Tegal tahun 2026 yang mencapai 40.330 ton.
Rinciannya meliputi pupuk Urea sebanyak 8.997 ton, NPK 6.933 ton, serta pupuk organik 63 ton.
Baca Juga: Digiland Run 2026 Siap Digelar, Telkomsel Hadirkan Ajang Lari, Hiburan, hingga Teknologi 5G dan AI
Untuk menjaga tingginya antusiasme petani terhadap pupuk subsidi, Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan stok pupuk di wilayah Kabupaten Tegal tetap aman.
Saat ini, perusahaan menyiapkan stok sebesar 1.277 ton untuk kebutuhan petani di Kabupaten Tegal serta 81.882 ton untuk kebutuhan wilayah Provinsi Jawa Tengah.
“Seluruh stok pupuk bersubsidi ini dapat dimanfaatkan oleh petani di Kabupaten Tegal tentunya yang terdaftar pada e-RDKK (e-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) Kementerian Pertanian dan penebusannya disesuaikan dengan alokasi masing-masing yang telah ditetapkan Pemerintah,” tambah Ihwan.
Baca Juga: Ruwatan Akbar Kembali Digelar di TMII, Terbuka untuk Masyarakat Umum
Lebih lanjut, Ihwan menjelaskan bahwa kemudahan penebusan pupuk subsidi serta penurunan HET merupakan bagian dari transformasi tata kelola distribusi pupuk bersubsidi yang dilakukan pemerintah.
Transformasi tersebut dinilai berhasil menyederhanakan birokrasi penyaluran sehingga petani dapat lebih mudah memperoleh pupuk subsidi.