Pupuk Indonesia Perkuat Kemitraan Internasional dengan Aljazair demi Ketahanan Pangan Nasional

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:30 WIB
Pupuk Indonesia memperluas kerja sama global dengan Aljazair melalui kemitraan fosfat untuk mengamankan bahan baku pupuk dan mendukung swasembada pangan nasional. (Dok. Pupuk Indonesia)
Pupuk Indonesia memperluas kerja sama global dengan Aljazair melalui kemitraan fosfat untuk mengamankan bahan baku pupuk dan mendukung swasembada pangan nasional. (Dok. Pupuk Indonesia)

Kabar BUMN - PT Pupuk Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan swasembada pangan nasional dengan memastikan ketersediaan pupuk yang cukup dan terjangkau bagi petani.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mengamankan pasokan bahan baku utama pupuk dari mitra global guna menjaga stabilitas produksi dalam negeri.

Dalam upaya tersebut, Pupuk Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan Somiphos, perusahaan tambang fosfat milik negara Aljazair.

Baca Juga: Waspada Boros, Ini Biaya Tak Terduga Yang Sering Muncul Saat Traveling

Kesepakatan ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman pengembangan industri fosfat yang ditandatangani oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dan Direktur Utama Somiphos, Mokhtar Lekhal, di Aljazair pada Selasa (20/1/2026) waktu setempat.

“Rock Phosphate merupakan bahan baku utama dari industri pupuk, dan hanya bisa didapatkan melalui tambang. Pupuk Indonesia membutuhkannya untuk memproduksi pupuk."

"Kerja sama dengan Somiphos ini untuk keberlanjutan suplai bahan baku tersebut, dalam rangka mengamankan kebutuhan pupuk dalam negeri, serta sebagai bentuk komitmen terhadap swasembada pangan nasional yang berkelanjutan,” demikian disampaikan Rahmad.

Baca Juga: BTN Open Rekrutmen Staf General Banking dan Teller, Simak Kualifikasi dan Link Pendaftarannya

Melalui kerja sama ini, Pupuk Indonesia mendapatkan dukungan pasokan rock phosphate hingga 1 juta ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan sejumlah perusahaan di Aljazair untuk membangun proyek industri pupuk berbasis fosfat yang terintegrasi.

Nota kesepahaman tersebut diarahkan untuk membangun kemitraan strategis dalam pengembangan peluang kerja sama di sektor fosfat, khususnya terkait potensi pasokan fosfat Aljazair kepada Pupuk Indonesia.

Baca Juga: Telaga Saat, Tujuan Sempurna di Puncak Bogor untuk Melepas Penat Saat Akhir Pekan

Kerja sama ini juga mencakup penjajakan investasi bersama dalam kegiatan eksploitasi dan pengolahan fosfat di Aljazair, termasuk pengembangan proyek produk turunan fosfat.

“Oleh karena itu, Pupuk Indonesia menyambut baik kerjasama dengan Somiphos dan Sonarem Group. Kerjasama ini dapat memastikan keberlanjutan swasembada pangan melalui pemenuhan bahan baku pupuk, dalam hal ini fosfat,” katanya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini turut disaksikan oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono; Menteri Negara, Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab; CEO Sonarem Group, Reda Belhaj; serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini