Meski Ada Ketegangan di Timur Tengah, Pupuk Indonesia Pastikan Pupuk untuk Petani Aman

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Minggu, 8 Maret 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi - Ketegangan geopolitik tak ganggu pasokan pupuk untuk pertanian Indonesia. (pupuk-indonesia.com)
Ilustrasi - Ketegangan geopolitik tak ganggu pasokan pupuk untuk pertanian Indonesia. (pupuk-indonesia.com)

Kabar BUMN - Pasokan pupuk untuk sektor pertanian nasional dipastikan tetap aman meski situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah bergejolak.

Hal ini ditegaskan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) yang menyatakan produksi dan stok bahan baku pupuk saat ini masih dalam kondisi terjaga.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, mengatakan perusahaan memiliki kapasitas produksi yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan petani.

Baca Juga: 5 Jam di Udara untuk Pertama Kali? Ini Cara Menikmati Penerbangan Tanpa Panik

"Di tengah dinamika geopolitik yang terjadi, kami memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman sehingga petani dapat terus menanam, tanpa perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk," kata Yehezkiel dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Saat ini, total kapasitas produksi grup mencapai sekitar 14,5 juta ton per tahun untuk berbagai jenis pupuk.

Khusus untuk pupuk urea, kapasitas produksi nasional bahkan dinilai mampu mencukupi kebutuhan domestik.

Baca Juga: Distribusi Batu Bara KAI Tetap Kuat di Awal 2026, Dukung Pasokan Energi Jelang Lebaran

Bahan baku utama pupuk ini berasal dari gas bumi dalam negeri yang pasokan dan harganya telah diatur oleh pemerintah, sehingga relatif stabil.

Menurut Yehezkiel, kondisi tersebut membuat pasokan pupuk urea nasional tidak terdampak langsung oleh meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk konflik yang terjadi di sekitar Selat Hormuz.

"Pupuk Indonesia merupakan produsen urea terbesar di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Dengan kapasitas produksi yang kuat tersebut, kami memiliki kemampuan untuk menjaga pasokan pupuk tetap optimal bagi petani Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Unik Banget! Di Pantai Tawa Halmahera Kamu Bisa “Sauna” Sambil Menatap Laut

Selain mengandalkan kapasitas produksi, perusahaan juga memperkuat ketahanan rantai pasok dengan mendiversifikasi sumber bahan baku pupuk yang masih diimpor.

Beberapa bahan baku penting seperti fosfat (P) diperoleh dari negara di Afrika Utara, antara lain Maroko, Tunisia, dan Aljazair.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: m.antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini