trending

Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Rp3,1 Triliun pada Kuartal I 2026, Proyek Infrastruktur Masih Mendominasi

Senin, 11 Mei 2026 | 06:30 WIB
Waskita Karya raih kontrak baru Rp3,1 triliun hingga Maret 2026, didominasi proyek pemerintah dan infrastruktur konektivitas. (waskita.co.id)

Kabar BUMN - PT Waskita Karya mencatat total Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp3,1 triliun hingga Maret 2026.

Perolehan tersebut didominasi proyek pemerintah pusat dengan kontribusi mencapai 60,2 persen, disusul sektor swasta 17,1 persen, pemerintah daerah 8,9 persen, dan anak usaha sebesar 13,7 persen.

Berdasarkan jenis pekerjaan, proyek infrastruktur konektivitas menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 46 persen.

Baca Juga: Hari Ini Terakhir! Segera Lamar Loker KAI Services untuk Posisi Pramugara dan Pramugari Kereta Api

Setelah itu, proyek infrastruktur air menyumbang 33,9 persen dan proyek gedung sebesar 6,3 persen.

Pada tahun ini, salah satu proyek pemerintah pusat yang dikerjakan Perseroan meliputi Penataan Kawasan Pasca Bencana Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Timur.

Selain itu, terdapat proyek Penanganan Mendesak Tanggap Darurat Bencana Alam di ruas Kota Bireun–Kota Takengon serta Jalan Jembatan Kabupaten Aceh Tengah.

Baca Juga: 14 Mei 2026 Libur Apa? Ini Penjelasan soal Hari Libur Nasional dan Cuti Bersamanya

Tidak hanya di dalam negeri, Waskita Karya juga kembali mencatatkan kontrak baru dari luar negeri melalui pengerjaan Terminal Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato (PNLIA) di Timor Leste.

Sebelumnya, perusahaan dengan kode saham WSKT tersebut telah memulai proyek pengembangan PNLIA pada tahun lalu.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengatakan capaian kontrak baru pada kuartal pertama 2026 menjadi awal positif untuk menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Dibuka Loker Sales Lapangan, Kesempatan Masuk Garuda Indonesia Group

Menurutnya, raihan tersebut menjadi fondasi kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Kami tetap selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan. Waskita Karya menghindari proyek investasi dan berfokus pada proyek berskema monthly payment serta memiliki uang muka,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).

Halaman:

Tags

Terkini