Seperti kapal tunda Abimanyu misalnya, yang membutuhkan waktu 18 bulan.
Sementara untuk kapal pandu seperti Srikandi memakan waktu lebih dari setahun.
“2023 kita selesai proses lelangnya,” katanya.
Baca Juga: Siap-siap, KAI Bakal Bagikan Kabar Gembira untuk Penumpang KA Jarak Jauh pada 1 Juli 2023
Menurut Iqbal, pengadaan dua kapal baru tersebut akan selesai pada bulan Juni-Juli 2025 mendatang.
“Kurang lebih kita investasikan satu unit Rp 68 miliar-Rp 70 miliar.
"Butuh dana Rp 140 miliar untuk dua unit kapal tersebut,” paparnya.
Di sisi lain, Direktur Keuangan PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Reini Deifianti mengungkap bahwa dana kebutuhan investasi kapal sekitar Rp250 miliar.
Dana itu sudah termasuk tambahan untuk dua kapal tersebut.
Baca Juga: Catat Jadwal Terbaru SIM Keliling Wilayah Bekasi per Juni 2023
Dana investasi sendiri berasal dari kas internal.
Sementara untuk belanja modal pada 2023, telah disiapkan dana sebesar Rp124 miliar.
“Jadi yang saat dana IPO itu kita sudah kontribusikan untuk investasi. 90 persen untuk capex dan 10 persen modal kerja,” kata Reini.
Jasa Armada Indonesia memperoleh dana Rp 461,89 miliar dari penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 22 Desember 2017 lalu.
Selain rencana investasi, perseroan juga berharap dapat mencatatkan kinerja keuangan 2023 yang lebih baik dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.