“Dalam proses instalasi lampu jalan bertenaga surya tersebut, kami dapat secara langsung mempraktikkan ilmu yang sudah kami pelajari di kelas,” ujar Nurcholis.
Nurcholis pun menjelaskan misalnya dengan basic knowledge di Mata Kuliah Rekayasa Bahan, pihaknya memperhitungkan dengan cermat bahan campuran yang digunakan untuk membuat pondasi beton tiang lampunya agar dapat berdiri dengan kokoh dan aman.
Pihak Nurcholis juga menjadikan Mata Kuliah Manajemen Konstruksi sebagai panduan dalam melakukan tahapan proyek konstruksi. Misalnya, bagaimana cara-cara pengelasan besi yang baik, pemasangannya dari satu komponen ke komponen lain, dan seterusnya
Kepala Dusun Kuri Caddi, Sapri, S.Pd.I, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Nurcholis dan tim yang telah membantu daerahnya.
“Tidak hanya mempermudah akses jalan, adik-adik mahasiswa juga telah memberikan edukasi tentang apa itu EBT dan bagaimana memanfaatkannya kepada warga Dusun Kuri Caddi,” ujar Sapri.
Sapri turut menuturkan bahwa kedepan, pihaknya berharap kerjasama ini dapat terus terjalin dan semakin luas cakupannya. Misalnya, membantu para nelayan di Dusun Kuri Caddi memanfaatkan sumber penerangan dengan panel surya tersebut untuk menghemat biaya aki atau genset.
Bagi siswa/siswi yang tertarik dengan isu pembangunan infrastruktur energi, dapat memilih Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertamina.
Kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut, mengajak putra/putri terbaik dari seluruh penjuru negeri untuk mendaftar di Seleksi Nilai Rapor (Non-tes) dan Ujian Masuk Online, untuk Tahun Akademik 2022/2023.
Universitas Pertamina juga menyediakan berbagai beasiswa untuk membantu para siswa/siswi. Informasi lengkap dapat diakses di laman https://universitaspertamina.ac.id/pendaftaran.