Agar Semuanya Lancar, Pahami Aturan Main Saat Membuka Bisnis Keluarga atau Berbisnis Dengan Keluarga

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 10 Mei 2023 | 11:30 WIB
Ilustrasi seseorang dengan bisnis keluarga. (Pexels)
Ilustrasi seseorang dengan bisnis keluarga. (Pexels)

Kabar BUMN - Memiliki bisnis keluarga adalah hal yang menyenangkan. Dibanding harus merekrut orang lain, Anda lebih percaya pada anggota keluarga sendiri. Terutama bila Anda hanya berbisnis sampingan kecil-kecilan. Lebih mudah merekrut keluarga sendiri dibandingkan orang lain.

Agar bisnis bisa berjalan dengan baik, ada sejumlah aturan main yang perlu dipenuhi. Aturan ini sering dilupakan ketika berbisnis dengan keluarga sendiri.

Demi kelancaran bisnis, ikuti beberapa aturan main di bawah ini.

 Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2023 Dibuka Besok, Ini Syaratnya Untuk Mendaftar

1. Siapkan business plan yang lengkap
Saat mengajak salah satu anggota keluarga berbisnis siapkan business plan yang mendetail. Cara ini untuk meminimalisir bila ada salah satu anggota keluarga yang sembarangan ingin mengubah aturan berbisnis. Tetapkan siapa yang bertanggung jawab pada apa.

2. Ada hitam di atas putih
Sangat mudah melakukan perjanjian secara verbal saat bekerja dengan keluarga sendiri. Untuk menghindari kesalahpahaman atau konflik di masa depan, semua perjanjian perlu ditulis hitam di atas putih. Terutama bila berkaitan dengan uang atau modal kerja.

3. Komunikasi terbuka
Salah ucap, saling tidak enakan sering terjadi antar anggota keluarga. Komunikasikan semua masalah secara terbuka. Usahakan dua arah. Anda tidak hanya berbicara tapi juga coba mendengar pendapat anggota keluarga.

 Baca Juga: Jadwal Lengkap Rekrutmen Bersama BUMN 2023, Pendaftaran Dimulai 11 Mei Besok!

Walau terasa sulit, tetap utamakan kejujuran dan keterbukaan. Komunikasikan semua dengan jelas tujuan, harapan dan rencana bisnis secara bersama-sama.

4. Buat batasan
Penting untuk membuat batasan. Pisahkan antara urusan bisnis dan urusan keluarga. Jangan libatkan emosi dalam berbisnis. Bila Anda ada di rumah atau sedang berkumpul dengan anggota keluarga yang lain, hindari berbicara urusan bisnis.

5. Pembagian kerja yang jelas
Walau pun bisnis yang Anda jalankan dalam skala kecil, tetap perlu ada pembagian kerja. Bagi tanggung jawab secara jelas, kalau perlu tercatat.

 Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN PT Sucofindo Terbaru Mei 2023, Buka 6 Posisi bagi Lulusan D3 hingga S1

Jabarkan semua jenis pekerjaan secara detil agar setiap orang, termasuk Anda, tahu tanggung jawab masing-masing. Dengan cara ini Anda tidak akan perlu khawatir bila sewaktu-waktu perlu pendelegasian tugas.

6. Bukan harga keluarga
Salah satu alasan mempekerjakan keluarga dalam bisnis karena tenaga bisa dibayar dengan murah. Pada awal memulai bisnis prinsip ini boleh diberlakukan tapi jangan keterusan.

Biar bagaimana pun ada tenaga dan waktu yang sudah dikeluarkan. Anda perlu menghargai itu. Perlakukan anggota keluarga seperti karyawan. Mereka wajib dibayar. Agar sama-sama enak, Anda bisa menetapkan gaji atau berapa persen bagi keuntungan sejak awal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini