Bahkan, dalam kondisi tertentu, ia harus meninggalkan anaknya di rumah demi tetap bisa berjualan.
Dari titik tersebut, ia perlahan bangkit dan kembali menata langkah.
Keberaniannya meningkat seiring waktu, hingga akhirnya ia berani menaikkan plafon pembiayaan dan beralih ke usaha makanan yang kini menjadi penopang utama ekonomi keluarga.
Bagi Anastasya, setiap langkah yang ia tempuh bukan sekadar perjuangan pribadi, melainkan demi orang-orang yang ia cintai.
Baca Juga: Curug Cipendok Banyumas, Destinasi Adem dengan Air Terjun Hampir 100 Meter
“Saya tidak mau menyerah, karena yang saya perjuangkan bukan hanya untuk saya, tapi untuk keluarga dan anak saya. Capek pasti ada, tapi saya percaya kalau terus jalan, pasti ada jalan,” ungkapnya.
Konsistensi dalam berusaha mulai membuahkan hasil.
Perlahan, ia merasakan perubahan dalam kehidupannya, mulai dari renovasi rumah hingga keberlanjutan pendidikan anaknya.
Perjalanan ini menjadi bukti bahwa keberanian untuk bertahan sering kali lahir dari tanggung jawab yang lebih besar daripada diri sendiri.
Sekretaris Perusahaan Permodalan Nasional Madani (PNM), Dodot Patria Ary, menilai kisah Anastasya sebagai gambaran nyata dari semangat pemberdayaan di tingkat akar rumput.
“Kisah Ibu Anastasya menunjukkan bahwa di balik setiap usaha kecil, ada ketangguhan luar biasa.
Baca Juga: Pendaftaran BSI Scholarship Unggulan 2026 Resmi Dibuka, Peluang Kuliah Gratis dengan Uang Saku
"Ketika perempuan diberi akses dan pendampingan yang tepat, mereka tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menguatkan keluarga dan lingkungannya,” ujarnya.
Artikel Terkait
PNM Tumbuhkan Harapan Generasi Muda Lewat Pembinaan Futsal
Berdayakan Disabilitas Lewat PNM Mekaar, Ibu Irma Wujud Nyata Semangat Tanpa Batas di Tengah Keterbatasan
Lowongan Kerja Ajibarang April 2026: Staf Keuangan & Administrasi Mikro di PNM Group
Disabilitas Tidak Menghalangi Nasabah PNM Mekaar di Samarinda Tumbuh dan Sukses
Dari Usaha Olah Limbah, Nasabah PNM Mekaar Bandung Meningkatkan Perekonomiannya