inspirasi

Mahasiswa Universitas Pertamina Terangi Dusun Terisolir dengan Panel Surya

Jumat, 18 Maret 2022 | 16:00 WIB

Kabar BUMN -  Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Pertamina asal Sulawesi Selatan berhasil melakukan pemasangan panel surya di Dusun Kuri Caddi sebagai komitmen terangi dan memajukan bangsa pada Selasa (15/3) lalu.

Disebutkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030, ditargetkan porsi pembangkit Energi Baru dan Terbarukan (EBT) meningkat menjadi 51,6 persen dari RUPTL 2019-2028 yang masih berada di kisaran 30 persen. 

Adapun, total target penambahan pembangkit adalah sebesar 40,6 GW, dengan porsi EBT mencapai 20,9 GW.

Sementara itu, untuk meningkatkan bauran EBT dan penyaluran listrik bagi masyarakat di pedesaan, menurut Kementerian ESDM, pemerintah juga terus mendorong pelaksanaan program dedieselisasi.

Program ini melalui penggantian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke pembangkit EBT sesuai dengan potensi energi terbarukan di daerah setempat.

Ikut ambil peran dalam mencapai target bauran energi nasional sekaligus berkontribusi dalam pembangunan EBT di daerah asalnya, enam Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Pertamina asal Provinsi Sulawesi Selatan melakukan pemasangan panel surya di Dusun Kuri Caddi.

Lokasi dusun tersebut berada di Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu. Dan mahasiswa tersebut adalah: Muh Nurcholis Ma'arif Dahlan, Nur Alya Taswir, Axel Jevon Trisaktomo, Rigel Iswanto, M. Ryan Tri Hardyawan, dan Siti Aulia Ramadhani.

Ide awal pemasangan panel surya ini, dikatakan Nurcholis, muncul saat ia dan tim berkunjung ke daerah tersebut. 

“Dalam perjalanan pulang yang sudah memasuki waktu petang, kami sangat terkejut karena tidak ada satupun lampu jalan atau penerang di sana,” kata Nurcholis.

Kondisi jalan yang kurang baik membuat pihaknya harus ekstra hati-hati. Dari sinilah ia mengerti, mengapa Dusun Kuri Caddi sering disebut sebagai daerah terisolir. Nurcholis dan tim datang kembali ke Dusun Kuri Caddi esok harinya untuk menemui Kepala Dusun. 

“Dalam pertemuan inilah, akhirnya kami mengetahui bahwa masyarakat tidak memiliki biaya untuk memasang dan melakukan iuran rutin pembayaran lampu penerangan jalan,” ujar Nurcholis.

Nurcholis turut menjelaskan bahwa pihaknya menawarkan solusi pemasangan lampu jalan bertenaga surya yang langsung disambut positif oleh Kepala Dusun dan masyarakat. Nurcholis dan tim kemudian mengajukan proposal pendanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat kepada Universitas Pertamina melalui program LIGHT UP. 

Pada Tahun Akademik 2021/2022, Universitas Pertamina menggelontorkan dana senilai lebih dari 50 juta rupiah untuk program tersebut. Tak kurang dari 10 proyek mahasiswa di 10 lokasi berbeda direalisasikan tahun ini setelah melalui serangkaian proses seleksi ketat.

Berbekal hasil survey kepada masyarakat, Nurcholis dan tim dengan pendampingan dari perangkat dusun, akhirnya menentukan lima titik pemasangan lampu jalan bertenaga surya. 

Kelima titik ini merupakan titik krusial bagi akses dari dan ke Dusun Kuri Caddi. Nurcholis dan tim selanjutnya melakukan instalasi dan pemasangan lampu jalan bertenaga surya tersebut pada (18/12) lalu.

Halaman:

Terkini