Kabar BUMN – Di sudut Denpasar, Bali, kisah Ibu Wulan menjadi potret nyata bagaimana keteguhan bisa tumbuh dari situasi yang paling sulit.
Ia pernah berada di fase hidup tanpa pekerjaan, kesulitan membayar biaya sekolah anak, bahkan belum memiliki tempat tinggal sendiri.
Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah.
Dari langkah sederhana berjualan daun jeruk sebagai bahan masakan, Ibu Wulan memulai perjuangannya untuk bertahan.
Dalam prosesnya, ia tidak sendiri. Pendampingan dari petugas PNM Mekaar yang akrab disapa “kakak-kakak putih biru” menjadi bagian penting yang menguatkannya, sekaligus memperkenalkannya pada komunitas sesama ibu yang saling memberi semangat.
Baca Juga: Jaga Gula Darah Tetap Stabil di Idul Fitri, Jangan Makan Sembarangan ya!
Berjuang Demi Keluarga
Bagi Ibu Wulan, perjuangan yang dijalani bukan semata untuk dirinya sendiri.
Setiap usaha yang dilakukan dilandasi harapan agar anak-anaknya memiliki masa depan yang lebih baik serta kehidupan keluarga yang lebih layak.
“Saya memilih tidak menyerah, dan terus berusaha karena saya dan para ibu kami bekerja bukan hanya untuk diri saya, tapi untuk anak dan keluarga kita. Terima kasih PNM sudah mendampingi saya melewati masa sulit,” ujar Ibu Wulan.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa daya juang seorang ibu sering kali berakar dari cinta yang besar kepada keluarga.
Kisahnya juga menjadi cerminan semangat perempuan prasejahtera yang terus bertahan dan berkembang di tengah keterbatasan.
Baca Juga: Lagi Lebaran, Saatnya Cek Poin Telkomsel, Bisa Jadi Tiket Umroh Gratis
Usaha Kecil yang Berbuah Perubahan
Seiring waktu, usaha yang dirintis mulai menunjukkan hasil nyata.
Dari berjualan daun jeruk, Ibu Wulan kini mampu menyekolahkan kedua anaknya, membangun rumah, hingga mengembangkan usaha tambahan seperti jasa setrika baju dan katering panggilan.