Untuk pengisi workshop, FH BUMN berkolaborasi dengan Reputasia Strategic Communications, konsultan komunikasi strategis yang berfokus pada pengukuran komunikasi, manajemen reputasi, dan penanganan krisis.
Selain penjelasan tentang PESO Model dan AMEC Framework, workshop pertama FH BUMN dan Reputasia Strategic Communication ini juga berisi materi tentang mengintegrasikan strategi komunikasi, media relations, manajemen krisis, digital media, hingga penulisan kreatif.
Bentuk kegiatannya tidak hanya paparan materi dari narasumber, tetapi juga studi kasus, simulasi, dan presentasi kelompok.
CEO Reputasia Strategic Communication Kwarta Fitra Rachmilliza menegaskan, kemampuan menyusun strategi komunikasi menguatkan peran humas BUMN sebagai komunikator strategis yang kredibel dan profesional.
Bagi Reputasia, Kwarta menjelaskan, di era digital, pengelolaan komunikasi tidak hanya berfokus pada penyampaian pesan, tetapi juga harus dapat membuktikan dampak dan nilainya melalui metode pengukuran yang terstandarisasi secara global.
“Prinsip dasar yang kami pegang, to mesaure is to know, you can not improve what you can not measure,” tegas Kwarta.
Harapannya, melalui workshop dari FH BUMN ini, praktisi BUMN dapat memahami pentingnya strategi komunikasi, tidak hanya bagi pelaksana, tapi juga pemangku kebijakan, termasuk juga yang top tier-nya.***
Artikel Terkait
FH BUMN Sport’s Day With Media, Ajang Mempererat Relasi Forum Humas BUMN dengan Media
Ngobrol Asyik ala FH BUMN dengan Mahasiswa Komunikasi, Mengisi Gap Antara Pendidikan dan Kebutuhan Korporasi
FH BUMN Gelar Sertifikasi Public Relations Batch X, Mantapkan Kompetensi Praktisi Humas BUMN
Sertifikasi Kompetensi PR Batch XI, FH BUMN: Fungsi Humas Memengaruhi Kesempatan Kerja Sama BUMN dengan Perusahaan Luar Negeri
Sertifikasi Kompetensi PR Batch XII, Upaya FH BUMN dan LSPPRI Mewujudkan Praktisi Kehumasan yang Dibutuhkan BUMN