Kabar BUMN - Dalam waktu dekat LRT atau Light Rail Transit akan menyemarakan transportasi di Jakarta. LRT akan mulai beroperasi tanggal 12 Juli dengan rute perdana dari Bekasi Timur sampai Dukuh Atas.
Untuk soft launching ini masih dikenakan biaya Rp1 saja.
LRT ini akan berhenti di 18 stasiun mulai dari stasiun Harjamukti, Jatimulya sampai Dukuh Atas. Ada pula stasiun transit di Stasiun Cawang.
Baca Juga: Keunggulan dan Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Menggunakan Mobil Listrik
Sebelum ada LRT, Jakarta sudah punya Mass Rapid Transit (MRT) yang beroperasi pada tahun 2019 dan sekarang sedang dalam proses pembangunan fase 2.
Baik LRT dan MRT didesain sebagai transportasi dalam kota sekaligus menghubungan dengan daerah-daerah suburb atau pinggiran Jakarta.
Makanya jalur LRT pun melingkupi wilayah di luar Jakarta seperti Bekasi Timur.
Baca Juga: Ramah Lingkungan hingga Lebih Hemat, Ini Dia Sejumlah Keuntungan Pakai Motor Listrik
MRT pun pada fase pembangunan berikutnya direncanakan akan menjangkau wilayah di pinggiran Jakarta.
Keduanya juga merupakan transportasi publik yang ramah lingkungan karena tidak mengunakan bensin atau solar. Tenaga digerakan listrik.
Diharapkan dengan semakin banyaknya MRT dan LRT, kualitas udara di Jakarta akan lebih baik.
Baca Juga: Mau Mulai Beralih ke Motor Listrik? Coba Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Membelinya
Sepintas LRT dan MRT tidak terlihat beda namun sebenarnya keduanya jenis kereta yang berbeda dan memiliki konsep transportasi urban yang berbeda juga.
Sambil menunggu waktu bisa menikmati langsung LRT, kenali dulu perbedaan antara keduanya.
Baca Juga: Tidak Hanya Aturan KAI, Etika Menggunakan Kereta Api Juga Harus Kita Pahami Agar Perjalanan Nyaman
Artikel Terkait
Pelanggan Meningkat, Masyarakat Beralih ke Transportasi Ramah Lingkungan
Halte CSW yang Instagramable, Tatkala Halte Bus dan MRT Dipercantik, Jadilah Tujuan Swafoto
Kereta Api Bisa Jadi Solusi Transportasi Publik, Erick Thohir Minta KAI Buat Proyeksi Pertumbuhan Penumpang
Kembangkan Moda Transportasi, KAI Investasi Sebesar Rp39,9 Triliun Selama 4 Tahun Terakhir
Penggabungan Perum PPD ke dalam Perum DAMRI, Tingkatkan Konektivitas Transportasi Nasional