Stop Oversharing: Perilaku Bijak Bermedia Sosial Bagi Profesional dan Pekerja

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 10 Juli 2023 | 18:00 WIB
Ilustrasi. Stop oversharing: perilaku bijak bermedia sosial bagi profesional dan pekerja. (Kerde Severin/Pexels)
Ilustrasi. Stop oversharing: perilaku bijak bermedia sosial bagi profesional dan pekerja. (Kerde Severin/Pexels)

Kabar BUMN - Lebih dari belasan tahun sudah media sosial jadi bagian dari kehidupan kebanyakan orang. Singkat kata, semua sisi kehidupan manusia bisa dengan mudah orang tumpahkan di media sosial pribadinya.

Yang perlu dicamkan, walaupun media sosial itu atas nama pribadi, tetapi ketika Anda bagian dari organisasi atau institusi, apapun yang Anda tuliskan tidak hanya memengaruhi citra diri tetapi mungkin juga citra perusahaan.

Posting-an diri yang tidak tepat, mungkin sekali memengaruhi citra perusahaan, dan pada akhirnya membuat Anda kehilangan pekerjaan. Untuk menghindari hal tersebut, ini perilaku yang jangan pernah disampaikan di media sosial.

Baca Juga: BUMN Communications Week 2023, Dorong Penggunaan Medsos untuk Tingkatkan Reputasi Perusahaan

1. Posting terlalu banyak hal personal
Twitter, Instagram, dan Tik Tok sudah jadi wadah semua orang mengungkapkan pikirannya. Hati-hati jangan sampai menyebarkan aib orang terdekat Anda, sekalipun sedang marah dan kesal.

Begitu pula soal posting foto. Jangan terlalu banyak memposting foto yang bersifat personal, misalnya saat di tempat tidur bersama pasangan, bergaya mesra yang terlalu senorok.

Sewaktu-waktu rekan kerja, atasan, atau HRD bisa melihatnya. Mereka tidak ingin punya karyawan yang bermasalah atau merusak citra perusahaan juga.

Baca Juga: Kecanduan Main Medsos Tidak Baik, Simak 5 Tips untuk Mengatasinya

2. Posting candaan politik dan berbau SARA
Masalah politik adalah hal yang sensitif dan sering membawa perpecahan. Apa pun afiliasi politik Anda, jangan ungkapkan pandangan politik di media sosial. Apalagi sampai bercanda politik yang menyinggung satu kelompok.

Hal ini bisa menyulut perang di media sosial dan efeknya akan berpengaruh pada dunia nyata. Orang-orang mungkin sekali mengaitkan perusahaan tempat Anda bekerja dengan afiliasi politik.

Begitu juga dengan candaan berbau SARA. Hindari berkomentar soal warna kulit, suku, dan etnis seseorang. Warganet akan dengan mudah melacak pekerjaan Anda dan mengaitkan sifat SARA tersebut pada perusahaan.

Baca Juga: 11 Perilaku Ini Menunjukkan Bahwa Anda Lebih Dewasa dari Orang Lain di Sekitar Anda

3. Mengeluh soal pekerjaan
Sah-sah saja mengeluhkan soal pekerjaan, atasan atau klien. Namun, tidak perlu diposting di media sosial. Cukup dikeluhkan di dunia nyata dengan teman dekat atau rekan kerja.

Keluhan di media sosial bisa jadi bumerang. Anda bisa dicap sebagai karyawan yang buruk. Perusahaan pun mempertanyakan kesungguhan Anda dalam bekerja. Bila lingkungan kerja memang sudah tidak kondusif, sebaiknya Anda mulai cari pekerjaan di tempat lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: rd.com, thehumancapitalhub.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini