Investasi Bodong Semakin Merajalela, Metodenya Pun Semakin Canggih, Kenali Ciri-cirinya Agar Tidak Terjebak

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 11 Juli 2023 | 19:00 WIB
Ilustrasi. Investasi yang menawarkan return yang begitu menggiurkan acap kali tidak bisa dipercaya.  (Alphatradezone/Pexels)
Ilustrasi. Investasi yang menawarkan return yang begitu menggiurkan acap kali tidak bisa dipercaya. (Alphatradezone/Pexels)

Kabar BUMN - Banyak orang sudah sadar pentingnya investasi. Dengan beragam bentuk dan pilihan, kini pun semakin banyak tawaran investasi di pasaran.

Hati-hati, tidak semua tawaran itu dapat dipercayai. Sudah banyak terdengar berita tentang orang kehilangan uang dalam jumlah besar.

Mereka kepincut investasi dengan return mengiurkan yang ternyata bodong.

Baca Juga: Investasi Emas di Pegadaian, Mudah dan Bisa Dilakukan Secara Online

Di investasi bodong biasanya seseorang menawarkan calon investor untuk menanamkan uang atau modal ke dalam satu produk atau bisnis fiktif atau tidak ada.

Setelah dana diterima, keuntungan yang dijanjikan tidak kunjung datang. Dalam banyak kasus investasi bodong, investor pun menghilang begitu saja.

Untuk menghindari adanya penipuan atau investasi bodong, kenali dengan baik ciri-cirinya agar tidak menyesal dikemudian hari.

Baca Juga: Punya Banyak Mimpi? Yuk, Wujudkan dengan Investasi Saham

1. Informasi tidak jelas
Ketika membaca sebuah tawaran investasi, baca baik-baik instrumen atau jenis investasi yang ditawarkan. Biasanya calon investor akan mendapatkan penjelasan secara detail bentuk investasi, metode pengelolaan dana, dan cara mendapatkan keuntungannya.

Bila penjelasannya tidak detail, ini patut dicuriga. Jangan ragu untuk bertanya lebih jauh. Diskusikan dengan teman atau cari informasi lebih banyak lagi. Bisa minta contoh sukses.

Ini pun tidak boleh langsung percaya. Cek ulang nama perusahaan atau nama pemilik investasi tersebut lewat google. Tanyakan pada rekan yang pernah berinvestasi atau yang lebih paham dari Anda.

Baca Juga: Sering Gagal saat Investasi? Simak 7 Kesalahan yang Harus Dihindari

2. Menjanjikan keuntungan besar dan risiko kecil
Setiap bentuk investasi pasti ada risikonya. Teorinya, semakin besar keuntungan yang ditawarkan, semakin tinggi risikonya. 

Karenanya, jangan langsung percaya bila ada yang menawarkan investasi dengan pengembalian modal atau keuntungan yang besar dengan risiko kecil. Ingat selalu, high risk high return

Hati-hati, pemilik uang yang malas/tidak paham mengelola uangnya sendiri atau tamak dalam mencari keuntungan merupakan dua ciri calon investor yang ditargetkan para pengelola investasi bodong.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: ocbcniaga.com, investor.gov

Tags

Artikel Terkait

Terkini