Baca Juga: Rahasia Sukses di Bulan Pertama Bekerja Di Kantor Baru
Market culture
Perusaaan dengan market culture lebih memfokuskan untuk menyasar pasar tertentu. Mereka menciptakan lingkungan kerja yang sangat kompetitif dan penuh tuntutan. Pihak manajemen sangat berfokus pada hasil bisnis.
Seluruh karyawan dituntut untuk bekerja kerja dan mampu menyelesaikan semua target demi tercapaikan target market, profit, dan peningkatan nilai saham perusahaan.
Walaupun sikap ini cenderung membuat karyawan stres tetapi juga membuat mereka antusias dan bersemangat dalam mencapai target.
Baca Juga: 10 Ciri-ciri Atasan atau Bos Toxic yang Perlu Diwaspadai
Hierarchy culture
Biasanya perusahaan tradisional atau yang manajemennya masih kolot mempraktekkan hierarchy culture.
Fungsi kerja perusahaan sangat ditentukan struktur organisasi dari atas ke bawah. Semua dilakukan sesuai rantai komando dari atas ke bawah.
Sepintas terlihat rapuh tetapi setiap karyawan mengerti dengan jelas peran dan tujuan kerja mereka. Karyawan juga lebih merasa terjamin kerjaannya karena tahu target kariernya.***
Artikel Terkait
Majunya Teknologi, Ini 9 Pekerjaan yang Akan Hilang pada 2030
Ini Tips Penting agar Bisa Bekerja di BUMN
Pentingnya Meningkatkan Soft Skill Karyawan Menurut Pakar: Tetap Harus Dikembangkan Meski Sudah Mahir Bekerja
Hari ke Hari Merasa Tak Ada Motivasi Kerja, Itu Salah Satu Tanda Perlu Pindah Tempat Kerja
Pekerjaan yang Paling Banyak Dicari di Tahun 2023
Saat Lelah di Tempat dan Suasana Kerja Baru, Jangan Ragu Untuk Memotivasi Diri Sendiri: Saya Bisa!