Asal Usul Tari Kecak, Mengapa Harus Ada Nyanyian 'Cak! Cak! Cak!'?

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 24 Juli 2023 | 09:30 WIB
Ilustrasi Tari Kecak (Pixabay)
Ilustrasi Tari Kecak (Pixabay)

Kabar BUMN - Tari Kecak yang berasal dari Bali sudah tersiar hingga mancanegara.

Salah satu ciri khas Tari Kecak yang paling ikonik adalah teriakan 'Cak! Cak! Cak!' dari para penarinya.

Lantas, bagaimana asal usul Tari Kecak dan mengapa para penarinya berseru 'Cak! Cak! Cak!' selama pertunjukan?

Baca Juga: Kembangkan Pariwisata Danau Toba, InJourney Gandeng H2O Management Ltd Gelar Aquabike World Championship 2023

Dilansir KabarBUMN.com dari Instagram @injourney.id, berikut fakta menarik tentang Tari Kecak:

1. Tari baru

Walaupun sudah melekat dalam tradisi Bali, Tari Kecak ternyata termasuk tarian yang masih baru.

Konsep tarian Kecak pertama kali dikembangkan oleh seorang penari Bali bernama I Wayan Limbak dan seorang pelukis Jerman bernama Walter Spies pada 1930 silam.

Baca Juga: Kembali Berkolaborasi, HIN dan Sarinah Gelar InJourney Hospitality House Labuan Bajo 2023 Batch 2

2. Asal usul 'Cak! Cak! Cak!'

Suara 'Cak!' berasal dari ritual tradisional Bali yang dikenal dengan Sanghyang.

Dalam ritual Sanghyang, penari menari dalam keadaan trance yang memungkinkannya untuk berkomunikasi dengan roh atau dewa.

Sejumlah penari laki-laki akan membentuk lingkaran di sekeliling penari dan menyerukan 'Cak!' berulang-ulang.

Baca Juga: InJourney Sambut 32 Bhikku Thudong dalam Rangkaian Acara Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: Instagram @injourney.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini