Kabar BUMN - Di hari ini siapa yang belum pernah dengar kata healing? Satu-dua kali rasanya kebanyakan orang sudah pernah mendengarnya.
Kata ini banyak diucapkan orang ketika merasa lelah, suntuk, dan perasaan jelek lainnya, merujuk kepada kebutuhan untuk memeroleh perasaan rileks atau menyenangkan lainnya.
Kegiatan seperti liburan, nongkrong, menonton konser, jadi sering dikaitkan dengan istilah healing.
Baca Juga: Jangan Dipelihara, Pikiran Negatif Harus Segera Dibuang Sebelum Bercabang-cabang
Bahkan tindakan kecil seperti nonton film atau membeli makanan kesukaan pun orang sering menyebutnya sebagai healing.
Makna healing akhirnya jadi semakin luas dan tanpa disadari terjadi salah kaprah pemaknaan healing yang sebenarnya di kalangan masyarakat.
Dikutip dari dari Jogja.jpnn, Psikolog UGM Galayang Lufityanto menyatakan healing adalah proses penyembuhan diri sendiri secara psikologis. Dalam bahasa Inggris heal berarti sembuh.
Baca Juga: 10 Kebiasaan Orang-orang Sehat yang Bisa Anda Ikuti untuk Menjaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran
"Menyembuhkan itu proses membuat psikologis menjadi sehat lagi atau proses menyembuhkan diri secara psikologis,” tutunya.
Ketika orang menyatakan mereka butuh liburan untuk healing sebenarnya tidak sepenuhnya salah.
Karena berlibur, bisa membuat otak dan mental jadi rileks dan secara psikologis bisa menyembuhkan juga.
Baca Juga: Penting! 5 Aktivitas Sederhana untuk Bantu Jaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja
Liburan bisa jadi pilihan penyembuhan bila berkaitan dengan padat dan kelelahan pekerjaan.
Hanya saja, psikolog tersebut juga mengatakan healing dengan liburan atau staycation hanya satu bagian kecil dari prosesnya.
Artikel Terkait
Begini Cara agar Merasa Bahagia setiap Bangun Pagi Hari
KAI dan BUMN Berikan Trauma Healing kepada Anak-Anak di Posko Pengungsian
7 Cara Healing yang Bisa Dilakukan Kapan pun, Tidak Perlu Modal Besar Tapi Membahagiakan
6 Rahasia Sehat dan Panjang Umur Masyarakat Jepang