Tahu 2 Oktober Hari Batik Nasional, Tahukah Motif-motif Batik Khas Indonesia?

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 2 Oktober 2023 | 16:30 WIB
Motif batik parang rusak. (tumpi.id)
Motif batik parang rusak. (tumpi.id)

Motif kawung yang geometris ini memiliki makna kesempurnaan, kemurnian dan kesucian.

Baca Juga: 5 Kampung Batik di Beberapa Penjuru Pulau Jawa, di Jakarta Juga Ada, Lho

Motif ini sudah ada sejak abab 13.

Motif ini pun terdapat pada ukiran dinding di sejumlah candi di pulau Jawa, salah satunya di candi Prambanan.

Motif ini biasanya dikenakan tokoh wayang Semar yang digambarkan sebagai sosok yang bijaksana.

Baca Juga: Jalan-Jalan ke Kampung Batik Kauman di Pekalongan, Beragam Pesona Bisa Dinikmati Sekaligus

3. Motif Mega Mendung
Motif mega mendung berasal dari Cirebon, Jawa Barat.

Motif Mega mendung ini bentuknya sepintas seperti awan yang berarak-arak.

Terlihat sederhana tetapi tetap memberikan kesan elegan.

Baca Juga: Ingin Wisata ke Kampung Batik Laweyan Solo? Coba Lakukan Beragam Aktivitas Seru yang Rekomended Ini

Motif ini dipercaya mendapat pengaruh dari filosofi Taoisme yang dibawa saudara Tionghoa ke Cirebon.

Dalam konsep taoisme, awan melambangkan dunia atas.

Bentuk awan adalah gambaran dari dunia yang luas, bebas dan bermakna transidental.

Baca Juga: Bentuk SIBA, PTBA Ingin Dorong Perkembangan Pengrajin Batik Kujur

Motif mega mendung sendiri dimaknai sebagai tenang dan meneduhkan seperti halnya awan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini