2. Mirip piramida Suku Inca
Arsitektur dari Candi Sukuh sangat unik dan bisa dibilang berbeda dengan candi-candi Hindu umumnya di Indonesia.
Komplek candi luasnya sekitar 11.000 meter dan memiliki tiga halaman berundak.
Halaman teratas adalah bangunan utama dengan bentuk pundek berundak atau susunan batu besar yang membentuk piramida bertingkat.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Candi di Magelang Selain Borobudur, Tak Kalah Unik dan Menarik
Bentuknya mirip dengan piramida suku Inca Maya di Peru.
Ada beberapa teori soal bentuk yang mirip dengan piramida Inca tersebut. Salah satunya dari WF Stutterheim.
Teori WF Stutterheim, arkeolog dari Belanda, saat pembangunan candi tidak didukung waktu dan sumber daya yang cukup. Akibatnya struktur pembuatan tidak rapi dan halus.
Baca Juga: 5 Candi yang Wajib Dikunjungi Saat Wisata ke Karanganyar, Ada yang Mirip Bangunan Suku Maya
3. Seumuran Peradaban Inca
Penelitian tentang Candi Sukuh masih berlanjut. Pada tahun 1982 seorang peneliti dan ahli alam asal Australia melakukan penelitian di candi ini.
Ia menggunakan sampel lumut dan batuan untuk mengetahui umur candi.
Dari hasil penelitan ditemukan Candi Sukuh umurnya jauh lebih tua dibandingkan dengan candi milik Suku Inca Maya.
Maka, dipercaya kalau Candi Sukuh sudah ada jauh sebelum keberadaan kerajaan Majapahit.
Baca Juga: Tempat yang Pas untuk Nikmati Sunset, Yuk Intip Keindahan Candi Ratu Boko
4. Diselimuti Kabut Misterius
Posisi Candi Sukuh pun berbeda dengan candi-candi Hindu di Indonesia.
Candi Sukuh posisinya menghadap ke arah barat. Sementara kebanyakan candi Hindu selalu menghadap ke arah timur.
Artikel Terkait
Hidden Gem di Wonogiri, Telaga Air di Lereng Pegunungan Lawu Ini Tawarkan Pemandangan Menakjubkan
Eksplorasi Keindahan Air Terjun Jumog, Surga Tersembunyi di Lereng Gunung Lawu
Ada Pantai di Karanganyar untuk Menikmati Senja, Tempat Wisata Ini Tawarkan View Sunset yang Menawan
Perlu Tahu! Fakta Unik Gunung Lawu Yang Masih Terbakar, Dipercaya Sebagai Tempat Petilasan Prabu Brawijaya V
Tatkala Pendaki Perlu Istirahat dan Tenaga, Pedagang dan Pemilik Warung di Puncak Gunung Ini Siap Melayani