Kabar BUMN – Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang berada di pulau Kalimantan dengan luas 38.744 kilometer persegi.
Provinsi yang menjadi rumah bagi etnis Banjar ini memiliki beberapa sungai yang menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lainnya.
Sungai-sungai ini pun turut mempengaruhi keseharian para penduduk, salah satunya yakni dengan munculnya pasar tradisional di atas sungai yang disebut pasar terapung.
Salah satu pasar terapung di Kalimantan Selatan yang sudah berusia ratusan tahun yakni Pasar Terapung Lok Baintan di Martapura.
Selain menjadi pusat kegiatan jual-beli, pasar ini juga menjadi objek wisata yang populer di kalangan wisatawan.
Di Pasar Terapung Lok Baintan kita dapat menyaksikan aktivitas jual-beli di atas sungai dengan menggunakan perahu atau yang biasa disebut jukung.
Rata-rata pedagang di pasar ini adalah perempuan.
Banyak dari mereka yang memakai aksesoris berupa tanggui atau topi caping lebar yang terbuat dari daun rumbia.
Baca Juga: BSI Perluas Layanan Haji dan Umroh, Targetkan 200 Ribu Kartu Debit Mabrur
Asal mula munculnya Pasar Terapung Lok Baintan adalah ketika ibu kota Kerajaan Banjar pindah ke Martapura.
Aktivitas perdagangan penduduk kemudian berkembang pesat di Sungai Martapura.
Karena tempatnya yang berada di salah satu anakan Sungai Martapura bernama Lok Baintan, pasar ini lantas lebih terkenal dengan sebutan Pasar Terapung Lok Baintan.
Kegiatan jual-beli di pasar terapung Lok Baintan sudah ramai sejak pagi buta dan mencapai puncaknya pada pukul 06.00-07.00.
Artikel Terkait
4 Tahun Transformasi, INKA Menuju Smart Green dan Digitalize
Si Cantik yang Berbahaya dan Menantang: Kelingking Beach, Nusa Penida
Kapan Pemenang Undi-Undi Hepi Telkomsel Periode ke 40 Diumumkan?
Kunjungi PT Pindad, Sekolah Kajian Ketahanan Nasional UI Pelajari Kemajuan Indhan Dalam Negeri
Program Pemberdayaan Perempuan dan Electrifying Agriculture PLN Raih Penghargaan CSR Award 2023