5 Tradisi Tahun Baru di Jepang yang Masih Lestari, Setiap Kegiatan Punya Makna Tersendiri

Photo Author
Atikah IW, Kabar BUMN
- Sabtu, 23 Desember 2023 | 22:15 WIB
5 tradisi tahun baru di Jepang. (Freepik)
5 tradisi tahun baru di Jepang. (Freepik)

Kabar BUMN - Tahun baru merupakan momen penting bagi banyak orang yang hanya terjadi satu tahun sekali.

Setiap negara mempunyai tradisi yang berbeda-beda dalam menyambut tahun baru.

Contohnya di negeri Sakura, Jepang, ada beberapa ritual atau kegiatan yang hanya dilakukan oleh masyarakat ketika tahun baru.

Baca Juga: PT Rajawali Nusindo Buka Lowongan Magang, Sesuai Info MAGENTA BUMN Tersedia Posisi Magang Hubungan Masyarakat untuk Mahasiswa Aktif

Kegiatan tersebut juga memiliki makna dan harapan tersendiri.

Berikut ini adalah beberapa tradisi tahun baru yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jepang

  1. Joya no Kane

Joya no Kane adalah saat di mana kuil-kuil Buddha di seluruh Jepang membunyikan bonsho atau lonceng kuil sebanyak 108 kali pada tengah malam di malam tahun baru.

Tradisi ini dimaksudkan untuk mengusir emosi negatif dari tahun lalu.

Baca Juga: Ada Lowongan Magang BUMN bagi Fresh Graduate di Bio Farma, Tersedia 10 Posisi Simak Kualifikasinya!

  1. Oosouji

Oosouji berarti pembersihan besar-besaran.

Para warga Jepang akan berkumpul dengan keluarga dan membersihkan seluruh sudut rumah, termasuk tempat-tempat yang tidak atau jarang tersentuh

Tradisi ini dilakuka karena dalam budaya Jepang tahun baru harus diawali dengan pikiran yang segar.

Baca Juga: Dari Panorama Sunset hingga Batu Karang Tepi Pantai, Ini 4 Pantai di Yogyakarta yang Punya Pesona Tersendiri dan Patut Disinggahi

  1. Hatsumode

Hatsumode merupakan tradisi kunjungan pertama ke kuil di tahun baru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Atikah IW

Tags

Artikel Terkait

Terkini