Berkunjung ke Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Indonesia Sejak 1890

Photo Author
Jennaira, Kabar BUMN
- Jumat, 5 Januari 2024 | 21:15 WIB
Museum Radya Pustaka (Jennaira)
Museum Radya Pustaka (Jennaira)

 

Kabar BUMN - Jika jalan-jalan ke Solo, sempatkan untuk wisata pendidikan sekaligus sejarah dengan berkunjung ke Museum Radya Pustaka.

Museum Radya Pustaka yang terletak di Jalan Slamet Riyadi Solo dikelola dibawah kebijakan Pemerintah Daerah Kota Solo, dan telah memiliki status sebagai yayasan.

Museum yang letaknya tidak jauh dari Taman Sriwedari ini didirikan oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada 18 Oktober 1890.

Oleh karenanya, Museum Radya Pustaka dinobatkan sebagai museum tertua di Indonesia.

Sebelum menjadi sebuah museum, dulunya tempat ini merupakan kediaman milik seorang warga negara Belanda yang bernama Johannes Busselaar.

Baca Juga: Wayang Jazz Baruwani: Inovasi Unik SBI dan Seniman Cilacap dalam Program Pemberdayaan Masyarakat

Karenanya, museum ini memiliki nama lain yaitu sebagai Loji Kadipolo.

Museum Radya Pustaka merupakan museum bersejarah yang menyimpan cerita masa lalu yang berkaitan dengan Kota Solo.

Seperti naskah-naskah perjuangan dan naskah-naskah peninggalan kerajaan.

Museum ini memiliki banyak koleksi yang berkaitan dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia, seperti Kerajaan Majapahit, Kerajaan Pajang, Kerajaan Mataram, dan Kerajaan Demak.

Koleksi-koleksi peninggalan tersebut berupa tulisan, sastra, patung, dan peninggalan lainnya yang bertuliskan Sansekerta dan huruf Palawa.

Selain itu, di serambi bangungan museum juga terdapat banyak sekali meriam beroda, yang merupakan peninggalan dari masa kebijakan VOC pada abad ke-17 hingga abad ke-18.

Tidak hanya itu, di bangunan museum ini juga terdapat banyak sekali meriam berukuran kecil yang berasal dari peninggalan Keraton Kartasura.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jennaira

Tags

Terkini