Lokomotif Kereta Tua Dicat Ulang dengan Warna Livery Vintage di 100 Tahun Depo Sidotopo, Pecinta Kereta Wajib Lihat!

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 10 Januari 2024 | 16:00 WIB
Resmi beroperasi sejak 20 April 1930, umur Depo Sidotopo yang berlokasi di Surabaya ini hampir mencapai 100 tahun.  (direktoripariwisata.id)
Resmi beroperasi sejak 20 April 1930, umur Depo Sidotopo yang berlokasi di Surabaya ini hampir mencapai 100 tahun. (direktoripariwisata.id)

Kabar BUMN - Selain pergi wisata dengan kereta atau berkunjung ke museum kereta, ada lagi lho wisata terkait kereta.

Yakni, wisata ke depo kereta, tempat penyimpanan lokomotif kereta ketika tidak sedang beroperasi

Depo juga berfungsi untuk tempat memperbaiki lokomotif yang sudah rusak dan perlu diperbaiki.

Setiap depo dilengkapi bangunan, rel khusus pemeliharaan dan pencucian, serta gudang persediaan suku cadang.

Baca Juga: Sempat Viral, 4 Kereta Baru Ini Cocok Dijadikan Pilihan Transportasi untuk Nikmati Libur Natal dan Tahun Baru

Depo berumur 100 tahun
Salah satu depo kereta yang terkenal di kalangan pecinta kereta adalah Depo Sidotopo.

Depo Sidotopo merupakan depo lokomotif tertua dalam sejarah perekeretaapian di Indonesia.

Resmi beroperasi sejak 20 April 1930, umur depo yang berlokasi di Surabaya ini hampir mencapai 100 tahun.

Baca Juga: Kembali ke Perjalanan Berliku di Masa Lalu di Museum Kereta Api Ambarawa

Depo ini dibangun sebagai bagian proyek pemerintah Hindia Belanda membangun Staatsspoorwege pada tahun 1875.

Saat itu jalur kereta api dibuat untuk menghubungkan Surabaya-Pasuruan-Malang. Jalur pertama dibuka tahun 1878.

Depo Sidotopo didukung dengan rel sepanjang 3 kilometer dan lebar 300 meter.

Baca Juga: Mencicipi Keseruan Naik Kereta di Tengah Sawah di Kampung Mina Padi, Tempat Wisata Edukatif di Sleman

Dalam rangka 100 tahun Depo Sidotopo, lokomotif kereta jadul dicat ulang. (radarsurabayabisnis.jawapos.com)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: kai.id, direktoratpariwisata.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini