Transformasi Pasar Ngasem Yogyakarta, Dari Pasar Burung Kini Jadi Pusat Kuliner yang Digandrungi

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 19 Januari 2024 | 17:30 WIB
Tidak lagi khusus sentra pasar burung, di Pasar Ngasem kini juga banyak penjual kuliner legendaris. (Kolase foto dari nagantour.com/magelangekspres.disway.id/Instagram @jogjataste)
Tidak lagi khusus sentra pasar burung, di Pasar Ngasem kini juga banyak penjual kuliner legendaris. (Kolase foto dari nagantour.com/magelangekspres.disway.id/Instagram @jogjataste)

Kabar BUMN - Bertambah lagi tempat kuliner di Yogyakarta, yakni Pasar Ngasem, salah satu pasar tertua di Yogyakarta.

Sudah ada sejak 1809, sampai sekarang Pasar Ngasem masih terus buka dan beroperasi.

Dulunya Pasar Ngasem lebih dikenal dengan pasar hewan, terutama aneka burung.

Sekarang ini sudah berubah jadi pusat kuliner. Datanglah pagi hari untuk menikmati beragam kuliner ini di Pasar Ngasem.

Baca Juga: Jadi Petani Eropa Seharian di La Li Sa Farmer’s Village Jogja, Tempat Wisata Baru di Yogyakarta yang Punya Banyak Spot Selfie Aesthetic

1. Jenang Gempol
Jenang atau bubur adalah salah satu kuliner khas Yogyakarta yang nikmat dengan harga sangat murah.

Jenang gempol terdiri atas bubur sumsum yang manis dan dicampur dengan gempol yang gurih.

Baca Juga: 4 Pantai di Yogyakarta untuk Tempat Kamping yang Fasilitasnya Sudah Memadai

Gempol sendiri berupa bulatan sebesar kelereng yang terbuat dari tepung beras dengan cita rasa gurih.

Saat ini penjual jenang gempol terbilang langka tetapi masih ada di Pasar Ngasem.

Satu bungkus jenang gempol harganya hanya Rp3.500.

Baca Juga: Laguna Pantai Glagah, Spot Rekreasi dan Healing Syahdu di Kulon Progo Yogyakarta

2. Apem Beras Bu Wanti
Apem Beras Bu Wanti termasuk jajanan legendaris karena sudah ada sejak tahun 1970an.

Keunikan dari apem ini proses pembuatannya masih menggunakan cetakan tradisional dengan tungku dari arang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini