7 Daftar Negara Paling Aman untuk Dikunjungi Tahun 2024 Menurut Berkshire Hathway Travel Protection

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 6 Februari 2024 | 15:30 WIB
Kanada berada di urutan pertama di daftar negara paling aman untuk dikunjungi Tahun 2024 menurut Berkshire Hathway Travel Protection. (jackstudy.co.id)
Kanada berada di urutan pertama di daftar negara paling aman untuk dikunjungi Tahun 2024 menurut Berkshire Hathway Travel Protection. (jackstudy.co.id)

Jumlah populasi yang sedikit juga membuat negara ini nyaman untuk dikunjungi.

Tingkat kejahatan terbilang rendah.

Walau pun kejahatan kecil seperti pencopetan dan pencurian sepeda cukup sering terjadi di kota besar.

Baca Juga: 5 Negara Bersalju yang Bebas Visa Sehingga Mudah Dikunjungi Orang Indonesia

3. Norwegia
Negara Skandinavia terkenal sangat aman dan memiliki infrastruktur yang bagus.

Transportasi antar kota besar dan kota kecil terhubung dengan baik.

Tingkat kejahatan rendah. Pada tahun 2021 hanya terjadi 39 kejahatan per 1.000 orang.

Walaupun aman orang tetap perlu waspada karena pencopetan mulai marak di stasiun kereta api Oslo Centre.

Baca Juga: Selain Indonesia, Ini Negara yang Penduduk dan Turisnya Suka Berkendara dengan Motor

4. Irlandia
Dibandingkan dengan negara tetangannya, Inggris, tidak banyak pelancong datang ke Irlandia.

Padahal pemandangannya masih alami dan infrastrukturnya memadai untuk turis.

Negara ini pun terbilang aman. Hanya di beberapa tempat wisata sering ada pencopet.

Tetapi angka pencopetan di sini masih jauh rendah dibandingkan di Belanda atau Prancis.

Baca Juga: 10 Negara Paling Banyak Dicari Pelancong di Mesin Pencari Google Tahun 2023, Negara Cantik Berbudget Murah Cukup Banyak Muncul

5. Belanda
Belanda, terutama Amsterdam, salah satu negara yang aman.

Infrastruktur dan fasilitas kesehatan memadai.

Kota ini pun dikenal sebagai hub atau penghubung dengan negara lain di Eropa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: forbes.com, bth.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini