Kemudian ada pemasak (bumbu) melambangkan keseluruhan masyarakat Minangkabau.
Menurut sebuah catatan tertulis abad ke-19, disebutkan bahwa rendang muncul pada abad ke-16.
Saat itu masyarakat Minangkabau suka bepergian ke Selat Malaka dan Singapura.
Perjalanan jauh yang memakan waktu lama membuat para perantau untuk menyiapkan makanan tahan lama yakni rendang.
Meski begitu, ada cerita lain yang menyebutkan rendang sudah ada sejak zaman Kerajaan Pagaruyung.
Yakni pada masa Raja Adityawarman (1347-1375 Masehi).
Saat itu daging yang digunakan sebagai bahan dasar rendang bukanlah daging sapi, melainkan daging kerbau.
Dilihat dari bentuknya, rendang diduga merupakan perubahan dari kari khas India.
Hal ini dikaitkan dengan kedatangan pedagang dari Gujarat, India yang ada sejak abad ke-14.
Ada pula cerota tentang keberadaan rendang juga tercatat dalam catatan tertulis orang Belanda bernama Kolonel Stuers pada tahun 1827.
Dalam catatannya, Stuers tak spesifik menyebutnya rendang, namun ia menyebut sebuah makanan yang dihitamkan dan dihanguskan.
Ciri tersebut tentu cocok dengan ciri-ciri rendang yang memang dimasak hingga kering dan berwarna gelap.
Rendang pernah dinobatkan sebagai hidangan yang menduduki peringkat pertama daftar World's 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) versi CNN International pada tahun 2011.
Artikel Terkait
5 Kuliner yang Hadir Saat Perayaan Imlek, Masing-masing Punya Makna Khusus
5 Kuliner Khas Magelang yang Enak dan Paling Populer, Sego Godog Paling Unik
Menikmati Kuliner Unik Es Goyobod, Minuman Khas Bandung yang Memiliki Sejarah Panjang