Pernah Dinobatkan Jadi Makanan Paling Lezat di Dunia, Rendang Memiliki Filosofi yang Unik, Simak Sejarahnya

Photo Author
Jennaira, Kabar BUMN
- Selasa, 13 Februari 2024 | 17:00 WIB
Makna dan Filosofi Rendang Khas Lebaran yang Jarang Diketahui
Makna dan Filosofi Rendang Khas Lebaran yang Jarang Diketahui

Kemudian ada pemasak (bumbu) melambangkan keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Menurut sebuah catatan tertulis abad ke-19, disebutkan bahwa rendang muncul pada abad ke-16.

Saat itu masyarakat Minangkabau suka bepergian ke Selat Malaka dan Singapura.

Perjalanan jauh yang memakan waktu lama membuat para perantau untuk menyiapkan makanan tahan lama yakni rendang.

Baca Juga: Cukup Pergi ke Magelang, Suasana Nepal Van Java di Punggung Gunung Sumbing Tak Kalah Cantik dari Nepal Asli di Asia Selatan

Meski begitu, ada cerita lain yang menyebutkan rendang sudah ada sejak zaman Kerajaan Pagaruyung.

Yakni pada masa Raja Adityawarman (1347-1375 Masehi).

Saat itu daging yang digunakan sebagai bahan dasar rendang bukanlah daging sapi, melainkan daging kerbau.

Dilihat dari bentuknya, rendang diduga merupakan perubahan dari kari khas India.

Hal ini dikaitkan dengan kedatangan pedagang dari Gujarat, India yang ada sejak abad ke-14.

Baca Juga: Serunya Liburan di Taman Safari Indonesia Bersama Keluarga, Lebih Asyik Lagi Bisa Dapat Cashback Rp75 Ribu Bila Beli Tiketnya di Livin' Sukha

Ada pula cerota tentang keberadaan rendang juga tercatat dalam catatan tertulis orang Belanda bernama Kolonel Stuers pada tahun 1827.

Dalam catatannya, Stuers tak spesifik menyebutnya rendang, namun ia menyebut sebuah makanan yang dihitamkan dan dihanguskan.

Ciri tersebut tentu cocok dengan ciri-ciri rendang yang memang dimasak hingga kering dan berwarna gelap.

Rendang pernah dinobatkan sebagai hidangan yang menduduki peringkat pertama daftar World's 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) versi CNN International pada tahun 2011.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jennaira

Tags

Artikel Terkait

Terkini