5 Variasi Sajian Mie di Pulau Jawa, dari Satu Bahan Dasar Hadir Beragam Rasa dan Kelezatan

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 27 Februari 2024 | 10:00 WIB
Mie lethek dengan bahan dasar mie yang terbuat dari tepung tapioka. (Instagram/mbok.ndoro via Idntimes.com)
Mie lethek dengan bahan dasar mie yang terbuat dari tepung tapioka. (Instagram/mbok.ndoro via Idntimes.com)

Kabar BUMN - Kuliner mie diperkirakan sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke 10 karena dibawa pedagang dari Tiongkok.

Tidak lagi otentik, pada perkembangannya hidangan dari mie beradapatasi dengan selera lokal.

Sejumlah daerah menciptakan sendiri hidangan berbahan dasar mie dengan bumbu lokal.

Pulau Jawa termasuk wilayah dengan beraneka olahan mie yang menjadi ciri khas daerahnya masing-masing.

Baca Juga: Sajian Berbagai Mie Khas Indonesia, Tidak Ada Salahnya Dicoba Satu-Persatu

1. Mie godog Jawa
Mie godog Jawa merupakan mie rebus yang dimasak dengan cita rasa khas Jawa, khususnya Yogyakarta.

Mie yang digunakan jenis mie basah atau mie telor.

Mie kemudian dimasak dengan kuah dari kaldu ayam kampung yang sudah dimasak berjam-jam.

Ciri khasnya kuah yang keruh dan sangat gurih dengan isian irisan kol, daun bawang, seledri, suwiran ayam kampung, dan tomat.

Baca Juga: Wajib Dicicipi, Ini Rekomendasi 5 Kuliner Malam di Yogyakarta yang Sayang Dilewatkan

Mie Kocok Bandung (Jennaira)

2. Mie kocok
Daerah Jawa Barat memiliki berbagai jenis mie, tetapi yang sangat populer adalah mie kocok.

Ciri khasnya kuah kaldu sapi yang gurih dan adanya tambahan kikil (kulit sapi) dalam setiap porsinya.

Kadang sering pula ditambah dengan potongan tulang sapi.

Selain kikil, isian lainnya toge, bakso, jeruk nipis dan bawang goreng. Sering juga dinikmati dengan kerupuk kanji.

Baca Juga: Rekomendasi Mie Kocok Bandung, Kuliner Khas yang Sudah Ada Sejak Tahun 1800an

3. Mie kopyok
Bila umumnya mie punya kuah yang gurih, mie kopyok dari Semarang, Jawa Tengah, ini kuahnya manis gurih.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini