Disini peran kepala adat atau 'Panglima Desa' sangat penting dalam memimpin dan menjaga tradisi di Kampung Naga.
Di Kampung Naga sendiri terdapat tugu Kujang raksasa atau senjata tradisional khas Sunda yang merupakan ikon baru di wilayah Kampung Naga.
Tugu tersebut memiliki nilai filosofis dengan masyarakat yaitu nilai kesundaan yang kuat dari bangunan setinggi 5,5 meter tersebut.
Kampung Naga ini berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kampung Naga juga memiliki sejarah panjang seputar kerajaan tanah sunda.
Salah satunya adalah Raja Dipuntang yang merupakan sesepuh awal di kampung Naga dan menurunkan Pangeran Singaparana yang menjadi Panglima Kerajaan Timbang Anten.
Dengan Rajanya pada saat itu adalah Wangsadikarya yang kelak menjadi pemimping di Kampung Naga yang arif dan bijaksana.
Selama menjadi pemimpin rakyat saat itu, sang pangeran dikenal arif dan bijaksana.
Hingga diberi amanat Piagam Tembaga Raja Wangsadikarya untuk melakukan tindakan yang tepat, saat keadaan menunjukkan sebuah ancaman.
Baca Juga: F1 Powerboat 2024 Danau Toba Sukses Pakai Listrik Hijau PLN yang Andal Tanpa Kedip
Tepatnya berada di pinggiran Sungai Ciwulan dan di antara lembah yang subur di perbukitan Neglasari.
Berjalannya waktu, Kampung Naga mulai menarik perhatian wisatawan, hingga menjadi objek wisata budaya yang populer di Tasikmalaya.
Sampai saat ini, Kampung Naga terus dikunjungi wisatawan karena memiliki kekayaan budaya dan keindahan alam.
Artikel Terkait
Pesona Desa Wisata Penglipuran Bali, Desa Adat yang Dinobatkan Sebagai Desa Terbersih hingga Konsep Tri Mandala
Rekomendasi 5 Restaurant Enak di Nusa Dua, Bali Mulai dari Menu Tradisional hingga Western
Bebek Bengil Bali - Menikmati Bebek Lokal dengan Bumbu Khas, Pionir Sajian Bebek di Pulau Dewata
Warung Nasi Ayam Ibu Oki - Nasi Campur Paling Populer di Pulau Bali yang Wajib Kamu Coba