Tidak Hanya Ritual Keagamaan, Negara-negara Ini Punya Tradisi Tersendiri dalam Merayakan Paskah

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 24 Maret 2024 | 16:30 WIB
Ilustrasi. Seorang anak yang sedang memunguti telur atau coklat Paskah yang sebelumnya disembunyikan orang tuanya. (milfordkidsthrive.org)
Ilustrasi. Seorang anak yang sedang memunguti telur atau coklat Paskah yang sebelumnya disembunyikan orang tuanya. (milfordkidsthrive.org)

Tradisi perang air untuk merayakan Paskah di Polandia. (annainthekitchen.com)

3. Polandia
Setiap hari Paskah masyarakat Polandia memiliki tradisi perang air, yang juga sudah jadi festival tahunan.

Ratusan tahun lalu perang air ini terjadi antara pria yang mengejar wanita sambil menyiramkan seember air.

Seiring waktu perang air bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang jenis kelamin.

Tidak lagi ember, yang digunakan juga pistol air, botol, selang, dan alat lainnya yang bisa menampung air.

Baca Juga: 5 Tradisi yang Selalu Menyempurnakan Perayaan Imlek, Selain Membagikan Angpau

4. Corfu, Yunani
Masyarakat di pulau Corfu, Yunani merayakan Paskah dengan melemparkan keramik.

Tepat pada hari Sabtu jam 11 siang, setiap orang melemparkan keramik dalam berbagai ukuran dari atas balkon.

Masyarakat setempat membuang barang yang sudah tidak berguna atau rusak dari jendela.

Ini dipercaya bisa menghalau roh jahat dan menandai sebuah awal yang baru.

Baca Juga: 5 Tradisi yang Selalu Menyempurnakan Perayaan Imlek, Selain Membagikan Angpau

5. Luksemburg
Luksemburg memiliki tradisi Paskah yang diberi nama bretzelsonnden.

Di tradisi ini seorang pria akan memberikan pretzel (sejenis roti pastry) pada perempuan yang disukainya di hari Minggu.

Bila perempuan tersebut menerimanya, si pria boleh bertandang ke rumah perempuan pada hari Paskah.

Di hari Paskah, sang perempuan akan membalas kebaikan sang pria dengan memberikan telur paskah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: ef.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini