Baca Juga: Pesona Keindahan Jambi
Anehnya, ketika menggunakan topeng ia disambut baik karena dianggap sebagai hiburan bagi masyarakat.
Dari situlah muncul tradisi tari topeng.
Anak-anak menggunakan topeng sambil berpawai dan menari keliling kampung di hari raya Idul Fitri.
Mereka datang ke setiap rumah dan mendapatkan makanan dan minuman.
Baca Juga: Legenda Rumah Batu Olakemang, Jambi, Rumah Tua Berumur 200 Tahun yang Belum Pernah Direnovasi
5. Nyembah Belari
Tradisi nyembah belari berasal dari Kepulauan Riau.
Tradisi ini dilakukan anak-anak, biasanya anak berumur antara 5-7 tahun, setelah selesai sholat Ied.
Mereka yang melakukan nyembah belari akan mengunjungi beberapa rumah dengan berlari.
Baca Juga: Ragam Tradisi Menyambut Lebaran di Kepulauan Riau
Ini dilakukan sambil membawa kantong plastik.
Mereka akan menunggu di depan halaman sampai si tuan rumah memberikan sesuatu.
Baik kue kering, permen, atau uang pada anak-anak itu.***
Artikel Terkait
6 Tradisi Lebaran Ketupat dari Berbagai Daerah
Ragam Tradisi Menyambut Lebaran di Padang
Mengenal Tradisi Lebaran Ketupat “Terater” di Madura
Meugang: Tradisi Lebaran di Aceh untuk Mempererat Silaturahmi
Mengenal “Ngejot”, Tradisi Lebaran di Bali yang Sarat Makna
Sekura, Tradisi Lebaran di Lampung untuk Pererat Persaudaraan