Sejarah Idul Adha: Ketika Nabi Ibrahim Diutus Menyembelih Nabi Ismail

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 1 Juni 2024 | 14:00 WIB
Sejarah Idul Adha: ketika Allah SWT mengutus Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail AS. (Freepik/frimufilms)
Sejarah Idul Adha: ketika Allah SWT mengutus Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail AS. (Freepik/frimufilms)

Kabar BUMN - Idul Adha yang jatuh pada 17 Juni 2024 mendatang, tak lepas dari kisah penuh keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Ismail AS.

Menikah dengan Siti Hajar, Nabi Ibrahim memiliki eorang putra bernama Ismail yang kelak oleh Allah SWT diangkat menjadi Nabi.

Dikutip dari NU Online, menurut beberapa pendapat ulama, saat usia Ismail 7 atau 13 tahun, ayahnya mendapatkan sebuah mimpi.

Dalam mimpinya, Nabi Ibrahim diutus Allah SWT untuk menyembelih Ismail.

Baca Juga: KAI Kecam Aksi Pelemparan Batu ke KA Pasundan, Jerat Pidana Penjara Seumur Hidup Menanti Pelaku

Mimpi itu membuatnya bimbang, sehinga Ibrahimmemohon petunjuk Allah SWT.

Meskipun berat, Nabi Ibrahim AS menyampaikan mimpi tersebut kepada Ismail dan meminta pendapatnya.

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku! Sungguh aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah bagaimana pendapatmu!’” (Surat As-Saffat ayat 102).

Baca Juga: Apresiasi KAI Divre IV Tanjungkarang atas Penangkapan Pelaku Pencurian Besi Rel di KM 312+7 Petak Jalan Tanjung Rambang dan Prabumulih Baru

Dengan penuh ketaatan, Ismail AS mempersilahkan ayahnya untuk melaksanakan perintah tersebut.

Keduanya sama-sama bertawakkal kepada Allah SWT, meskipun dihadapkan pada ujian yang berat.

Ibrahim kemudian membawa Ismail ke Mina dan membaringkan puteranya.

Menurut Tafsir Ats-Tsa’labi, Ismail yang sebenarnya juga merasa takut, meminta Ibrahim memalingkan wajahnya.

Baca Juga: 15 Quotes Inspiratif untuk Memperingati Hari Lahir Pancasila 2024

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini