Uji Nyali di Destinasi-destinasi Wisata yang Terkenal Angker di Indonesia, Sudah Banyak Cerita Horor yang Beredar

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 9 Juni 2024 | 13:00 WIB
Lawang Sewu, salah satu destinasi wisata horor di Indonesia. (visitjawatengah.jatengprov.go.id)
Lawang Sewu, salah satu destinasi wisata horor di Indonesia. (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Desa Trunyan di Bali menawarkan pengalaman horor yang berbeda.

Di desa ini, jenazah penduduk tidak dikuburkan atau dikremasi, melainkan diletakkan di atas tanah di bawah pohon Taru Menyan yang mengeluarkan aroma wangi sehingga menghilangkan bau busuk.

Tradisi unik ini menarik banyak wisatawan yang penasaran dengan suasana mistis dan cerita-cerita tentang roh-roh yang masih berkeliaran di sekitar desa.

Baca Juga: 4 Wisata Flying Fox di Jogja, Destinasi Favorit Pecinta Wahana Ekstrem

6. Goa Jepang, Bandung

Goa Jepang di Bandung adalah tempat bersejarah yang digunakan sebagai markas tentara Jepang selama Perang Dunia II.

Goa ini memiliki lorong-lorong sempit dan gelap yang memberikan suasana mencekam.

Banyak pengunjung yang mengaku merasakan kehadiran makhluk gaib dan mendengar suara-suara aneh di dalam goa.

Tur malam ke Goa Jepang menjadi salah satu atraksi yang populer di kalangan para pemburu hantu.

Baca Juga: 5 Waterpark di Jogja, Wisata Air Seru yang Cocok Dikunjungi Bersama Anak

Destinasi wisata horor di Indonesia menawarkan pengalaman yang unik dan mendebarkan bagi para pencari adrenalin.

Dari bangunan tua yang angker hingga desa-desa dengan tradisi mistis, setiap tempat memiliki cerita seramnya sendiri yang siap membuat bulu kuduk berdiri.

Jika Anda adalah salah satu pecinta horor, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat ini dan merasakan sendiri sensasi petualangan yang menyeramkan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini