Mudik ke Jogja? Yuk, Cobain 4 Jajanan Legendaris yang Enak Pol!

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Minggu, 1 Mei 2022 | 23:37 WIB

Kabar BUMN -  Yogyakarta memang kota istimewa, termasuk kulinernya. Terdapat berbagai macam kuliner mulai dari kudapan manis atau asin, makanan berat, hingga pencuci mulut, semuanya menggugah selera. Mudik ke Jogja tak lengkap jika enggak mencicipi kuliner legendaris dari kota ini.

Kuliner legendaris ini memiliki rasa yang lezat dan diracik dengan resep turun-temurun sehingga Anda akan teringat dan melekat dengan rasanya. Nah, berikut adalah deretan jajanan legendaris di Jogja yang wajib banget dicoba karena memiliki rasa yang lezat, nikmat, dan pastinya enak pol:

Lumpia Samijaya

Lumpia Samijaya ini terletak di Jalan Malioboro No. 18 tepatnya di sebelah Hotel Mutiara. Kuliner legendaris ini sudah berdiri sejak tahun 1976. Lumpia Samijaya memiliki ukuran yang biasa, tidak terlalu besar maupun kecil. Lumpia ini memiliki isian yang padat dan seringkali disajikan saat masih hangat.

Saat membeli, ada tambahan cabe rawit dan saus bawang putih. Rasanya gurih dan segar, terlebih dengan tambahan acar serta saus bawang putih. Lumpia Samijaya memiliki varian rasa yang beragam. ayam dan spesial telur puyuh.

Kopi Joss Angkringan Lik Man

Salah satu angkringan paling populer di Yogyakarta, adalah Lik Man terletak di Jalan Poncowinatan No. 7 dan beberapa ratus meter di sebelah utara Tugu Yogya. Nama Lik Man memiliki arti ‘Lik’ adalah kependekan dari Paklik atau Pak Cilik. Panggilan di masyarakat Jawa untuk menyebut seseorang usianya yang dianggap lebih muda dari orang tua pemanggil. 

Kopi joss sama dengan kopi tubruk, yang dibuat di rumah. Namun, setelah kopi jadi, sebongkah arang yang masih membara dimasukkan ke dalam kopi. Arang itu berasal dari anglo yang memang dipakai untuk memanaskan air penyeduh kopi. Salah satu yang membuat rasanya berbeda, adalah penggunaan arang kayu asem.

Wedang Ronde Mbah Payem

Wedang ronde Mbah Payem ini terletak di sebelah barat Alun-alun Utara Yogyakarta di Jalan Kauman. Tak jauh dari simpang empat Jalan Nyai Ahmad Dahlan, Jalan Agus Salim, dan jalan menuju kawasan Ngasem. Wedang legendaris ini dijual oleh Mbah Payem (90) sejak tahun 1965. Mbah Payem berjualan wedang ronde di sana dengan gerobak dorongnya, sejak saat itu hingga sekarang.

Mbah Payem membuat sendiri semua bahan-bahan wedang ronde di rumahnya demi menjaga cita rasa dan tanpa menggunakan pemanis buatan atau pengawet. Satu mangkok wedang ini berisi dua butir ronde, yang dibuat asli dari beras ketan, kolang kaling berwarna merah muda yang empuk dan kacang yang renyah. Manisnya pas, tidak terlalu manis karena dibuat dari gula asli. dan jahenya yang cocok untuk menghangatkan tubuh.

Oseng Mercon Bu Narti

Oseng Mercon Bu Narti sudah menjadi kuliner khas Jogja. Berdiri sejak 1998, warung Bu Narti ini terletak di Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 107.  Soal rasanya, tak perlu diragukan lagi. Apalagi disajikan dengan nasi hangat yang asapnya masih mengepul.

Oseng mercon ini berisi kikil, gajih, kulit, dan tulang muda. Orang Jogja menyebutnya koyoran. Oseng Mercon Bu Narti dapat membuat siapapun yang memakannya kepedasan disertai keringat yayng bercucuran membasahi dahi, mata melotot, terengah-engah sambil mengipas lidah. Namun, rasanya enak pol!

Nah, bagaimana? Tertarik dan penasaran untuk mencobanya kan? Jangan lupa mampir ya saat mudik atau liburan ke Jogja. Dijamin, jajanan legendaris di atas bisa bikin Anda ketagihan karena rasanya yang lezat!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini