Kabar BUMN - Asam urat adalah penyakit yang biasa dialami oleh masyarakat. Jenis penyakit radang sendi ini terjadi karena terbentuknya kristal pada persendian.
Terkadang penyakit ini juga dapat muncul pada tendon yang berada dekat dengan sendi. Saat asam urat muncul, biasanya akan timbul bengkak, nyeri, dan merah. Selain itu, di jempol kaki, sendi siku, pergelangan tangan, dan jari juga dapat terjadi pembengkakan yang bisa datang maupun pergi di sendi yang sama atau berbeda.
Ternyata, faktor genetika dapat menjadi penyebab utama penyakit asam urat. Namun, mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti tekanan darah tinggi, diuretik, pengencer darah, dan obat yang disebut siklosporin (obat untuk pasien yang melakukan transplantasi organ juga menjadi salah satu penyebabnya.
Sering mengonsumsi daging, makanan laut, alkohol, obesitas, resistensi insulin, kolesterol tinggi, penyakit jantung, hipotiroidisme, dan penyakit ginjal juga dapat dikaitkan dengan asam urat. Adapun gejala asam urat yang kerap muncul, yaitu:
- Serangan tiba-tiba pada sendi menimbulkan rasa panas, merah, atau bengkak yang menyakitkan sehingga membuat tangan susah untuk digerakkan.
- Infeksi pada persendian terkadang dapat terlihat, nyatanya, tidak.
- Kristal asam urat dapat membentuk benjolan putih yang disebut tophi dan sering terlihat di bawah kulit. Namun, tidak menyakitkan.
Untuk mendiagnosis penyakit ini, harus dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter melalui rontgen dan tes laboratorium. Nantinya, dokter akan menanyakan gejala dan bagaimana asam urat memengaruhi aktivitasmu.
Saat berkonsultasi, kamu diminta untuk memberikan riwayat kesehatan dan daftar pengobatan apabila memiliki atau mengonsumsi obat penyakit lain. Sayangnya, asam urat tidak muncul pada X-Ray, tetapi terlihat dengan gout apabila terjadi perubahan tulang.
Jika diperlukan, cairan dari sendi dapat dikeluarkan dengan jarum untuk memastikan diagnosis asam urat yang akurat. Sementara itu, untuk memeriksa infeksi kadar asam urat, perlu dilakukannya tes darah.
Apabila asam urat tidak diobati, peradangan dapat menyebabkan kerusakan sendi dan tendon. Karena dapat membuat kulit menjadi aus dan infeksi. Selain itu, tendon dapat robek hingga hilang fungsi.