Berlibur ke Desa Terbersih di Dunia, Desa Penglipuran Bali

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Selasa, 21 Juni 2022 | 16:00 WIB

Kabar BUMN -  Desa Penglipuran menjadi salah satu destinasi wisata kebanggan Bali, karena telah berhasil menyabet berbagai prestasi kelas dunia. Apa keunikan dari Desa Penglipuran dibandingkan desa wisata lain?

Bertahun-tahun Bali selalu menjadi buah bibir di dunia internasional. Selain karena pantainya yang cantik, Pulau Dewata juga punya beragam destinasi wisata unggulan lainnya yang cocok dikunjungi saat liburan sekolah tiba, yakni berlibur ke desa wisata.

Salah satu desa wisata yang cukup prestisius di Bali adalah Desa Wisata Penglipuran. Desa ini menyabet banyak prestasi, di antaranya Kalpataru, ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award), dan Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation.

Berada di Kecamatan Bangli, lokasi Desa Wisata Penglipuran berjarak sekitar 45 kilometer dari Kota Denpasar. Konon, desa ini sudah ada sejak 700 tahun lalu atau sejak zaman Kerajaan Bangli.

Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Luhur

Desa Penglipuran menjunjung tinggi adat yang sudah turun-temurun ada di wilayah tersebut. Salah satunya, desa ini menggunakan konsep Tri Mandala untuk tata ruangnya. Konsep Tri Mandala membagi desa menjadi tiga wilayah, yakni Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala.

Utama Mandala sendiri merupakan tempat suci atau tempat para dewa. Sementara Madya Mandala merupakan zona tengah atau pemukiman penduduk. Di zona ini rumah-rumah penduduk tertata dengan rapi berbanjar sepanjang jalan utama.

Sedangkan konsep Nista Mandala adalah zona khusus yang diperuntukan sebagai pemakaman penduduk. Di wilayah desa ini juga ada hutan bambu yang luasnya hingga mencapai 45 hektar, atau 40 persen dari luas keseluruhan Desa Penglipuran.

Keberadaan hutan bambu ini sangat dijaga sebagai bentuk pelestarian warisan dari para leluhur dan wujud nyata dalam menjaga keseimbangan manusia dengan alam.

Aturan Khusus di Desa Penglipuran

Untuk menjaga kebersihan udara sekaligus lingkungan, masyarakat Desa Penglipuran memiliki aturan adatnya tersendiri. Salah satu aturan adat di Desa Penglipuran adalah masyarakat tidak diperkenankan mengendarai kendaraan bermotor apabila masuk ke dalam desa ini.

Nantinya, baik kendaraan roda 4 ataupun roda 2, akan di parkir di luar desa adat. Ketika ingin menelusuri dalam desa, pengunjung dan masyarakat hanya diperkenankan untuk jalan kaki. Selain itu, layaknya desa adat lainnya, Desa Penglipuran juga memiliki ritual keagamaan.

Salah satu tradisi besar yang dirayakan di wilayah ini adalah Ngusaba, atau penyambutan Hari Raya Nyepi. Dalam acara keagamaan ini masyarakat Desa Penglipuran beribadah akan memadati Pura Penataran yang terletak di dalam desa adat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini