4 Tempat Bermain Air untuk Seluruh Keluarga di Salatiga, 2 di Antaranya Sudah Ada Sejak Zaman Hindia Belanda

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 31 Juli 2024 | 08:30 WIB
Air kolam Umbul Sendoyo jernih. Orang bisa berenang bersama ikan-ikan kecil di dalamnya.  (mytrip.co.id)
Air kolam Umbul Sendoyo jernih. Orang bisa berenang bersama ikan-ikan kecil di dalamnya. (mytrip.co.id)

Air terjun ini terlihat lebih indah dengan aliran yang deras saat musim hujan.

Di musim hujan juga akan muncul jadi tiga air terjun.

Baca Juga: Menapaki Jejak Jaka Tingkir di Mata Air Senjoyo, Tempat Wisata di Dekat Salatiga yang Cocok untuk Ngadem

Di dekat ini terdapat gua Gua Dowo, yang konon jadi latar kisah Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya.

Air Terjun Joko Tingkir berlokasi di jalan Sitalang, Krajan, Kauman Kidul, Sidorejo, Salatiga.

Tempat ini belum ada pengelola khusus sehingga masuknya gratis.

Baca Juga: Kali Odo, Tempat Ciblon Unik di Dekat Salatiga yang Airnya Melimpah Saat Musim Kemarau tapi Menyusut Ketika Musim Hujan Tiba

Mata Air Benoyo, Salatiga, dibangun sejak zaman Hindia Belanda. (wahananews.co)

3. Mata Air Benoyo
Mata Air Benoyo dibangun zaman Hindia Belanda. Terlihat dari bentuk kolamnya yang dari batu-batu kali.

Mata airnya berasal dari air pengunungan sehingga jernih dan dingin.

Di malam 1 Suro, penduduk setempat sering melakukan ritual kungkum atau berendam semalaman.

Baca Juga: Menjajal Hotel Tersempit di Indonesia, Pitu Rooms Salatiga yang Sajikan View Gunung Merbabu

Mata Air Benoyo lokasinya di tengah perkampungan penduduk.

Sejak tahun 2019, Mata Air Benoyo dikembangkan secara serius sebagai tempat wisata.

Tempat ini dilengkapi dengan taman terbuka dan kolam yang ditaburi bibit ikan.

Mata Air Benoyo berlokasi Desa Benoyo, Kelurahan Kutowinangun Lor.

Baca Juga: Cuma 8 Menit dari Tol Salatiga, Banyoe Angkringan Tawarkan Makan-Makan With A View

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini