Jauh dari Hiruk Pikuk, Ini Rekomendasi Kota Kecil di Pinggiran Tokyo yang Menawarkan Nuansa Tradisional yang Kental

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 12 Agustus 2024 | 07:00 WIB
Kota Sawara di prefektur Chiba dilalui sungai yang pernah menjadi jalur transportasi ke pusat niaga. (visitchiba.jp)
Kota Sawara di prefektur Chiba dilalui sungai yang pernah menjadi jalur transportasi ke pusat niaga. (visitchiba.jp)

Orang bisa sekalian belajar sejarah kimono, pemintalan sutra, dan mencoba kimono berbahan sutra.

Di sini ada pula toko-toko tradisional yang menjual produk lokal Yuki.

Seperti miso, soy sauce, sake, dan camilan manis bernama yude manjyu.

Baca Juga: 4 Toko Buku di Tokyo, Jepang, yang Direkomendasikan Bagi Pecinta Buku Internasional

3. Kamakura
Kamakura kota kecil populer dan paling sering didatangi turis.

Dari Tokyo jaraknya sekitar 45 menit saja. Banyak turis melakukan pejalanan satu hari ke Kamakura.

Kota ini diberi julukan Mini kyoto karena punya banyak bangunan tradisional lama seperti halnya Kyoto.

Baca Juga: Tempat-tempat di Kyoto yang Wajib Disinggahi Saat Wisata ke Jepang

Beberapa tempat yang bisa dikunjungi antara lain patung The Great Buddha.

Atau berbelanja ke shopping mall Komachi-dori dan menaiki kereta jadul mengelilingi kota.

Di Kamakura ada pulau Endoshima dengan indah, pemandian air panas, dan tempat kuliner.

Baca Juga: 4 Konbini Terkemuka di Jepang, Tiap Brand Punya Keunggulan dan Keunikan Masing-masing

Pemandangan alam jadi daya tarik Nikko. (japancheapo.com)

4. Nikko
Kota kecil ini berada di Tochigi Prefecture yang berjarak sekitar 2 jam dari Tokyo.

Nikko memiliki banyak warisan bangunan pada era Shogun Tokugawa Ieyasu.

Yang paling terkenal Kuil Futarasan yang berumur 1.200 tahun.

Baca Juga: Bebas dari Overtourism, Ini Kota-kota Kecil di Jepang yang Tidak Terlalu Ramai Turis dan Berbiaya Hidup Rendah

Kemudian kuil Toshogu yang masuk ke dalam daftar warisan budaya UNESCO.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: japan-guide.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini