Pesona Peninggalan Kolonial di Banda Neira, Indah dan Kaya Sejarah

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 12 Agustus 2024 | 20:00 WIB
Gunung Api Banda, salah satu destinasi wisata andalan di Banda Neira yang jadi saksi bisu sejarah penjajahan di Maluku. (Instagram/@mountravaddict)
Gunung Api Banda, salah satu destinasi wisata andalan di Banda Neira yang jadi saksi bisu sejarah penjajahan di Maluku. (Instagram/@mountravaddict)

Kabar BUMN - Banda Neira, salah satu pulau kecil di Kepulauan Banda, Maluku, bukan hanya sebuah surga tropis dengan pemandangan yang memukau, tetapi juga merupakan saksi bisu dari sejarah panjang perdagangan rempah dunia.

Pulau ini menyimpan warisan budaya dan sejarah yang kaya, menjadikannya destinasi wisata bersejarah yang patut dikunjungi.

Berikut adalah beberapa rekomendasi tempat wisata bersejarah di Banda Neira yang akan membawa Anda kembali ke masa kejayaan perdagangan rempah di Maluku.

Baca Juga: Jalan-Jalan ke Rumah Pengasingan Tokoh Perjuangan Kemerdekaan di Banda Neira

1. Benteng Belgica: Keanggunan di Puncak Bukit

Benteng Belgica, yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1611, adalah salah satu benteng berbentuk pentagon terbesar dan terawat di Indonesia.

Terletak di atas bukit dengan pemandangan langsung ke laut Banda, benteng ini memberikan pemandangan yang luar biasa indah.

Dari sini, Anda bisa melihat seluruh Banda Neira dan laut sekitarnya.

Benteng Belgica bukan hanya menjadi benteng pertahanan, tetapi juga simbol dominasi Belanda dalam perdagangan pala, yang kala itu sangat berharga.

Mengunjungi Benteng Belgica adalah seperti mengunjungi sebuah buku sejarah yang masih hidup, di mana setiap batu menyimpan cerita masa lalu.

Baca Juga: Selain Harga Tiket Pesawat, Liburan ke Banda Neira Tidak Mahal-mahal Amat, Ini Perkiraan Biayanya

2. Benteng Nassau: Saksi Sejarah Pertempuran

Tidak jauh dari Benteng Belgica, terdapat Benteng Nassau yang dibangun lebih awal pada tahun 1609.

Benteng ini merupakan bagian dari pertahanan pertama Belanda di Banda Neira setelah berhasil merebut kepulauan ini dari tangan Portugis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini