Di salah satu dinding candi tertera tahun pembuatannya, 997 Masehi, sesuai tahun kelahiran Airlangga.
Beberapa catatan sejarah juga menyebutkan setelah Airlangga menjadi raja, ia sering bertapa di Candi Jolotundo.
Bekas pemandian kerajaan
Selain bangunan candi, di kelilingnya terdapat dua bilik kolam untuk berendam dihiasi 33 pancuran.
Airnya berasal dari mata air Pengunungan Penanggungan.
Konon di tempat inilah jadi tempat pemandian raja dan ratu.
Hingga sekarang bentuk kolam masih sama seperti dulu dan airnya masih mengalir dengan deras.
Baca Juga: Jalur Ganda Mojokerto – Sepanjang Resmi Beroperasi Guna Pangkas Waktu Tempuh Perjalanan
Di kolam ini hidup ratusan ikan yang berenang dengan bebas, tanpa ada yang berani menangkapnya.
Bila menangkapnya dipercaya bisa terkena petaka atau nasib buruk.
Banyak yang percaya kalau air di kolam Candi Jolotundo memiliki khasiat awet muda.
Mungkin karena sumber airnya mengandung empon-empon, akar dari tertumbuhan di sekitar mata air.
Baca Juga: Rustic Market Trawas, Kafe di Mojokerto yang Sajikan Panorama Indah Mirip Pedesaan Eropa
Tempat bersemedi
Banyak orang sengaja datang ke Candi Jolotundo untuk melakukan ritual semedi.
Biasanya mereka akan datang malam hari dan semedi selama semalaman.
Sementara warga setempat, menjadikannya lokasi ritual sedekah bumi dan bersih setahun sekali.
Artikel Terkait
Masih Jarang Dilirik, Ini Candi yang Kurang Dikenal di Yogyakarta
Pesona Wisata Candi Abang, Bukit Teletubbies Yogyakarta yang Menakjubkan
Uniknya Candi Gunung Kawi, Bali, yang Dibangun di Tengah Sawah Ribuan Tahun Lalu
Serba-Serbi Candi Mendut Magelang: Sejarah, Keunikan, hingga Legenda Roro Mendut
Vanaprastha Gedong Songo Park, Semarang, Tempat Rekreasi dan Kamping Baru di Komplek Candi Gedongsongo
4 Candi Kecil di Sekitar Candi Prambanan dan Sleman, Karena Yogyakarta Memang Kaya Akan Candi