4 Lokasi Melukat di Bali, Tempat Membersihkan Diri dari Unsur Negatif dalam Hidup

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 12 September 2024 | 20:00 WIB
Wisatawan mancanegara melukat di pancuran Pura Tirta Empul, Gianyar, Bali (Oleksandr Pidvalnyi/Pexels)
Wisatawan mancanegara melukat di pancuran Pura Tirta Empul, Gianyar, Bali (Oleksandr Pidvalnyi/Pexels)

Orang akan menceburkan diri di kolam mengenakan kain dan selendang Bali. Lalu membasuh diri.

Untuk biaya masuk Rp30.000. Ada biaya tambahan secara sukarela untuk sewa kain dan selendang.

Baca Juga: Kemegahan dan Keagungan Pura di Bali Tak Pernah Lekang oleh Zaman Meskipun Ada yang Didirikan Sejak Abad 8

2. Pura Dalem Pingit Sebatu
Tempat ini tidak sepopuler Pura Tirta Empul, sehingga tidak terlalu ramai.

Area untuk melukat, berada di dalam pura, yaitu di Pasiraman Dalem Pingit Sebatu.

Area ini dilengkapi pancuran kecil seperti air terjun. Airnya sangat jernih dan bisa diminum.

Baca Juga: Satu Lagi Kelebihan Desa Penglipuran di Bali Sehingga Wajib Dikunjungi, Desa Terbersih Ketiga di Dunia

Masyarakat Bali percaya air di sini bisa menghilangkan kekuatan ilmu hitam.

Ada beberapa kejadian magis pernah muncul.

Yang paling sering, air berubah warna bila orang yang melukat sedang sakit atau ada masalah.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Gratis di Ubud yang Wajib Masuk Daftar Destinasi Liburan Saat ke Bali

3. Air Terjun Taman Beji Griya
Berlokasi di Kabupaten Badung, dipercaya air terjun untuk melukat di sini bisa menyembuhkan penyakit.

Ada dua air terjun. Air terjun di bagian bawah untuk pelebur rasa iri dengki dan amarah.

Airnya yang deras membuat orang bisa berteriak dan melepaskan segala uneg-uneg.

Baca Juga: Ragam Destinasi Wisata di Karangasem, Sayang Dilewatkan Kalau ke Bali Tapi Tidak Mampir ke Sini

Setelah itu perasaan jadi tenang dan rasa amarah pun hilang.

Sedang air terjun di atas, diposisikan sebagai air terjun kebahagiaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini