Kantor Pemerintahan di Dunia yang Sering Dikunjungi Orang untuk Berwisata

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 1 Oktober 2024 | 20:00 WIB
House of Parliament atau Westminter Palace merupakan gedung pemerintahan di London yang  paling megah. (Pexels/Dominika Gregus)
House of Parliament atau Westminter Palace merupakan gedung pemerintahan di London yang paling megah. (Pexels/Dominika Gregus)

Gedung ini sudah jadi tempat tinggal presiden Amerika Serikat sejak presiden ke dua John Adams.

Masuk ke gedung yang beralamat di 1600 Pennsylvania Avenue ini gratis tapi harus mendaftar.

Tidak setiap saat dibuka. Pengunjung wajib mengecek tanggalnya yang sering berubah-ubah.

Baca Juga: 6 Makanan Paling Pedas di Seluruh Dunia, Mulai dari Asia Sampai ke Kawasan Amerika

4. Casa Rosada
Istana kepresidenan dan tempat kerja Presiden Argentina di Buenos Aires ini sangat cantik.

Casa Rosada didirikan pada abad ke-18. Warnanya pink, sudah bisa tampak bahkan dari kejauhan.

Dipercaya warna pink ini hasil dari percampuran warna putih dan darah sapi.

Casa Rosada dibuka untuk umum secara gratis. Pelancong wajib registrasi dulu.

Baca Juga: Warna-warna Paspor di Seluruh Dunia Setelah Indonesia Resmi Ganti Warna Sampulnya Menjadi Merah

5. Tokyo Metropolitan Government Building
Dikenal juga dengan nama Tocho, ini gedung pemda Tokyo.

Tokyo Metropolitan Government Building termasuk bangunan modern yang tingginya 243 meter.

Pada lantai tertinggi atau lantai 45, tersedia obsevation deck.

Orang bisa menikmati keindahan kota Tokyo dari ketinggian. Masuk ke sini gratis dan buka di hari kerja saja.

Baca Juga: Fakta Shibuya Crossing, Tokyo, Kawasan Penyeberangan Pejalan Kaki Paling Populer dan Terkenal di Dunia

6. Palazzo di Montecitorio
Gedung bergaya baroque di Roma ini adalah kantor majelis rendah atau parlemennya Italia.

Gedung didirikan sekitar abad 16. Awalnya digunakan sebagai istana Kardinal Ludovico Ludovisi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: thediscoverer.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini