Mural dan relief ini bercerita tentang sejarah Solo dan pesan singkat bagi warga setempat.
Karena keunikan ini beberapa orang mulai mengunjungi kampung ini dan sempat viral.
Akhirnya masyarakat setempat bergotong royong membangun memperbaiki kampung.
Dibuatlah taman gantung, lukisan mural, kebun jamu dan organik. Namanya pun diubah jadi kampung Hepi Joho.
Hepi diambil dari kata happy sebagai perlambang kebahagiaan, guyup, dan rukun.
Baca Juga: Wisata Sejarah ke Bekas Pabrik Gula di Solo Raya, Menilik Sisa-Sisa Kejayaan Produksi di Masa Lalu
3. Kampung Blangkon
Di Solo terdapat satu perkampungan yang penduduknya sebagian besar pembuat blangkon.
Yaitu, di Kampung Blangkon Potrojayan, Serengan, Solo.
Para pengrajin blangkon di sini sudah muncul sejak tahun 1970-an.
Baca Juga: 4 Tempat Kuliner yang Direkomendasikan di Sekitaran Pasar Klewer, Solo
Tidak hanya blangkon Solo, pengrajin ini juga membuat blangkon Yogyakarta, Surabaya, dan Ponorogo.
Jika berkunjung ke sini bisa melihat proses pembuatan blangkon dan mengikuti workshop-nya.
Tentu saja membeli blangkon dengan model custom pun bisa.
Baca Juga: Toko Podjok, Toko Bubuk Kopi di Pojok Pasar Gede Solo yang Tetap Populer dari Masa ke Masa
Artikel Terkait
4 Kampung Tertua di Flores, Tidak Terkikis Perubahan Zaman Meskipun Telah Berumur 1.200 Tahun
Wisata Seru di Kampung Bali Wonogiri: Rasakan Nuansa Pulau Dewata Tanpa Perlu Jauh Pergi
Walking Tour di Kampung Kauman, Yogyakarta, Kampung Bersejarah Tempat Kyai Ahmad Dahlan
5 Kampung Adat di Jawa Barat, Unik dan Memiliki Sejarah Panjang
Jelajah Kampung Peneleh, Kampung Tertua di Surabaya yang Menyimpan Banyak Kisah dan Sejarah
Wisata Edukasi Yogyakarta: Ini Rekomendasi 5 Kampung Batik di Jogja yang Wajib Kamu Datangi