Kabar BUMN - Bali tidak hanya memikat dengan pantainya, tetapi juga tradisi agrikultur yang memukau dunia.
Desa Jatiluwih di Tabanan, Bali, menjadi salah satu bukti nyata dengan sistem Subak yang dimilikinya.
Desa ini tak hanya menawarkan pemandangan sawah bertingkat yang memanjakan mata, tetapi juga filosofi hidup yang mendalam dari masyarakat Bali.
Baca Juga: PGE dan PEMA Siap Garap Potensi Panas Bumi di Aceh, Pengeboran Segera Dimulai!
Keunikan Sistem Subak
Sistem Subak adalah metode irigasi tradisional yang membagikan air secara merata dari sumbernya ke seluruh sawah.
Sistem ini diatur oleh pemuka adat yang disebut pekaseh, memastikan keadilan bagi seluruh petani.
Baca Juga: Jamin Pasokan Bahan Baku, TJSL PELNI Resmikan Desa Mandiri Penghasil Sayur di Cianjur
Subak tidak hanya sebatas pengairan, melainkan juga wujud harmoni melalui filosofi Tri Hita Karana.
Filosofi ini mengajarkan keseimbangan antara manusia dengan sesamanya, alam, dan Sang Pencipta.
Pesona Wisata Edukatif
Baca Juga: Hutama Karya Siap Layani Arus Libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025 dengan Apel Siaga
Berada di ketinggian 700 meter di kaki Gunung Batukaru, Desa Jatiluwih menyuguhkan panorama sawah berundak seluas lebih dari 50.000 hektare.
Wisatawan dapat mencoba langsung berbagai kegiatan agrikultur tradisional, seperti menanam hingga memanen padi.
Tak hanya itu, Festival Jatiluwih menjadi daya tarik tersendiri, menampilkan seni budaya lokal seperti tarian tradisional dan pertunjukan khas lainnya.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Air Terjun Nungnung, Solusi Tempat Liburan di Bali untuk yang Bosan dengan Pantai
4 Taman Air yang Indah, Unik, dan Eksotik di Bali, Sebagian Peninggalan Kerajaan di Masa Lalu
Pantai-pantai Terbaik di Bali untuk Surfing, Ombaknya Besar dan Stabil
Pasutri Wajib ke Sini! Rekomendasi Tempat Honeymoon Syahdu di Bali untuk Liburan Akhir Tahun
Keelokan dan Magisnya Patung Bidadari Berselendang Setinggi 10 Meter di Taman Dedari, Ubud, Bali