Subak Jatiluwih di Bali, Tradisi Agrikultur yang Menarik Wisatawan Dunia

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 14:00 WIB
Wisatawan di Subak Jatiluwih, Bali. (Dok. Kemenparekraf)
Wisatawan di Subak Jatiluwih, Bali. (Dok. Kemenparekraf)
 

Kabar BUMN - Bali tidak hanya memikat dengan pantainya, tetapi juga tradisi agrikultur yang memukau dunia.

Desa Jatiluwih di Tabanan, Bali, menjadi salah satu bukti nyata dengan sistem Subak yang dimilikinya.

Desa ini tak hanya menawarkan pemandangan sawah bertingkat yang memanjakan mata, tetapi juga filosofi hidup yang mendalam dari masyarakat Bali.

Baca Juga: PGE dan PEMA Siap Garap Potensi Panas Bumi di Aceh, Pengeboran Segera Dimulai!

Keunikan Sistem Subak

Sistem Subak adalah metode irigasi tradisional yang membagikan air secara merata dari sumbernya ke seluruh sawah.

Sistem ini diatur oleh pemuka adat yang disebut pekaseh, memastikan keadilan bagi seluruh petani.

Baca Juga: Jamin Pasokan Bahan Baku, TJSL PELNI Resmikan Desa Mandiri Penghasil Sayur di Cianjur

Subak tidak hanya sebatas pengairan, melainkan juga wujud harmoni melalui filosofi Tri Hita Karana.

Filosofi ini mengajarkan keseimbangan antara manusia dengan sesamanya, alam, dan Sang Pencipta.

Pesona Wisata Edukatif

Baca Juga: Hutama Karya Siap Layani Arus Libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025 dengan Apel Siaga

Berada di ketinggian 700 meter di kaki Gunung Batukaru, Desa Jatiluwih menyuguhkan panorama sawah berundak seluas lebih dari 50.000 hektare.

Wisatawan dapat mencoba langsung berbagai kegiatan agrikultur tradisional, seperti menanam hingga memanen padi.

Tak hanya itu, Festival Jatiluwih menjadi daya tarik tersendiri, menampilkan seni budaya lokal seperti tarian tradisional dan pertunjukan khas lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini