Subak Jatiluwih di Bali, Tradisi Agrikultur yang Menarik Wisatawan Dunia

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 14:00 WIB
Wisatawan di Subak Jatiluwih, Bali. (Dok. Kemenparekraf)
Wisatawan di Subak Jatiluwih, Bali. (Dok. Kemenparekraf)

Baca Juga: Rayakan Malam Pergantian Tahun dengan Suasana Laut di Tempat Keren Ini, Pilihan Selain Tugu Jogja dan Malioboro

Harmoni Budaya dan Lingkungan

Keberadaan pura-pura seperti Pura Ulun Carik menambah nilai spiritual pada sistem Subak. Pura ini didirikan untuk memuja Dewi Sri, simbol kesuburan.

Melalui filosofi Tri Hita Karana, masyarakat Jatiluwih terus menjaga keterpaduan antara parahyangan (spiritual), pawongan (sosial), dan palemahan (lingkungan). Hal ini menciptakan hubungan yang saling menguatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Jasa Marga Siap Operasikan Jalur Fungsional Tol Probolinggo-Banyuwangi untuk Libur Natal dan Tahun Baru

Inspirasi dari Tradisi

Warisan Subak tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Bali, tetapi juga memberikan contoh nyata bagi dunia.

Sistem ini menunjukkan bahwa tradisi lokal mampu mendukung pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: TASPEN dan Kejaksaan Agung Bersinergi untuk Budaya Kerja Bebas Korupsi

Dengan melestarikan Subak, Bali membuktikan bagaimana budaya dan lingkungan dapat berjalan selaras, memberikan dampak positif yang berkelanjutan.***

Add as a preferred source on Google
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler