Desa Adat Bubohu, Pesantren Alam dan Tempat Belajar Sejarah Kerajaan Gorontalo

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 8 Januari 2025 | 15:30 WIB
Orang yang datang ke Desa Adat Bubohu bisa belajar agama Islam secara mendalam, sekaligus belajar sejarah. (indonesiakaya.com)
Orang yang datang ke Desa Adat Bubohu bisa belajar agama Islam secara mendalam, sekaligus belajar sejarah. (indonesiakaya.com)

Antara satu bangunan dengan bangunan lain dihiasi tanaman dan pohon-pohon yang rindang.

Selain jadi tempat tinggal, gubuk tersebut menjadi pesantren dimana para santri belajar agama Islam.

Baca Juga: Tempat Makan yang Direkomendasikan di Gorontalo, Didominasi Kuliner dari Seafood

Masjid Walima Emas
Daya tarik lain Desa Adat Bubohu adalah keberadaan masjid Walima Emas yang berlokasi di puncak bukit.

Dinamakan demikian karena kubahnya berwarna emas dan bentuknya mirip kue kolombengi, kue khas Gorontalo.

Masjid yang didirikan tahun 2008 ini selain jadi tempat ibadah juga sebagai spot berfoto.

Baca Juga: 4 Pantai yang Sedang Giat Dipromosikan di Gorontalo, Keindahannya Tidak Kalah dari Maladewa

Sejumlah orang sering menjadikan halaman masjid sebagai lokasi foto prewedding.

Untuk masuk ke sini hanya perlu membayar Rp5.000 saja.

Dari masjid, hanya beberapa meter ada Pantai Dulanga dan taman wisata religi.

Bahkan dari dekat masjid pun pemandangan pantai bisa terlihat jelas.

Baca Juga: Taman Laut Olele, Wisata Bahari di Gorontalo yang Punya Keindahan Bawah Laut Bak Surga Tersembunyi

Selain wisata religi, juga bisa belajar sedikit sejarah mengenai Kerajaan Gorontalo.

Ada sebuah tempat bernama Ma Toduwolo, yang menyimpan semua sumber sejarahnya.

Terdapat pula deretan fosil kayu yang tertata cantik di depan pintu masuk desa.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini