Tak Hanya Gunung Fuji, di Jepang Masih Ada Gunung Lain yang Didaki Turis, Bahkan yang Kelas Pemula

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 4 Februari 2025 | 15:30 WIB
 Mount Bandai dilihat dari Danau Inawashiro, prefektur Fukushima , Jepang. Gunung berapi ini sering dibilang Aizu-Fuji karena bentuknya mirip dengan Gunung Fuji.  (ms.m.wikipedia.org/Σ64)
Mount Bandai dilihat dari Danau Inawashiro, prefektur Fukushima , Jepang. Gunung berapi ini sering dibilang Aizu-Fuji karena bentuknya mirip dengan Gunung Fuji. (ms.m.wikipedia.org/Σ64)

Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Pulau Miyajima.

Ada tiga jalur pendakian di sini, yaitu rute Momijidani, Daisho, dan Omoto.

Baca Juga: Liburan ke Jepang? Jangan Berani-berani Merokok di Osaka, Ini Denda yang Harus Dibayarkan

Pemandangan di rute Daisho paling cantik dan tidak securam dua rute lainnya.

Sementara rute Momijidani paling pendek tapi paling curam dan menembus hutan.

Perjalanan sampai ke puncak rata-rata 1,5-2 jam.

Dari atas puncak gunung, akan terlihat pemandangan kota Hiroshima dan Laut Seto Island.

Baca Juga: Bukan Cuma Gaya Fashion, Harajuku Juga Surganya Wisata Belanja Paling Ngetrend di Jepang

Pemandangan dari Gunung Aso, gunung aktif terbesar di Jepang. Pemandangan ke puncaknya sangat indah karena pendaki berjalan di antara kawah. (blog.japanwondertravel.com)

3. Gunung Aso
Gunung berapi ini masih aktif. Terakhir mengeluarkan abu vulkanik tahun 2016.

Kadang masih mengeluarkan asap dan gas beracun.

Meskipun Gunung Aso terbilang mudah didaki, tapi untuk keamanan, sebaiknya gunakan tur guide.

Baca Juga: Transportasi Publik di Kyoto, Jepang, Salah Satunya Khusus Turis yang Sering Dianggap Mengganggu Kenyamanan Penduduk

Gunung Aso berada di Pulau Kyushu. Orang bisa masuk lewat Kumamoto atau kota Aso.

Pemandangan sampai ke puncak sangat indah karena pendaki berjalan di antara kawah.

Jalurnya tidak sulit tapi beberapa bagian berbatu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: japan-guide.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini