Dalam tradisi ini, laki-laki dan perempuan dipasangkan melalui undian, dan banyak di antara mereka yang akhirnya menikah.
Baca Juga: Bukan Sekadar Fun Games, Ini Cara DAHANA Wujudkan Zero Accident
Seiring berkembangnya agama Kristen di Eropa, festival ini dihapus oleh Paus Gelasius I pada akhir abad ke-5 dan digantikan dengan Hari Santo Valentinus.
Bagaimana Valentine Berkembang Menjadi Hari Cinta Romantis?
Pada abad pertengahan, Hari Valentine mulai dikaitkan dengan cinta romantis, terutama karena kepercayaan di Eropa bahwa pertengahan Februari adalah musim kawin bagi burung.
Baca Juga: Marak Pencurian di Dalam Pesawat, Ini yang Harus Dilakukan untuk Menghindarinya
Hal ini menginspirasi penyair Inggris Geoffrey Chaucer untuk menulis puisi yang menghubungkan Valentine dengan asmara.
Sejak saat itu, kebiasaan memberikan surat cinta atau "valentine" mulai berkembang, dan pada abad ke-18, perayaan ini semakin populer di Inggris serta menyebar ke berbagai negara lainnya.
Hingga kini, Valentine tetap menjadi momen spesial bagi banyak orang untuk menyatakan perasaan kepada pasangan, sahabat, atau keluarga.***
Artikel Terkait
Rayakan Valentine dengan Cokelat, Ini Rekomendasi Kafe dengan Sajian Serba Cokelat di Jakarta
Romantic Dinner di Truntum Kuta Bali Bersama Orang Terkasih, Nikmati Penawaran Spesial Hari Valentine dari HIG
Rayakan Hari Valentine dengan Romantic Dinner di Truntum Kuta Bali, HIG Berikan Penawaran Spesial Khusus 14 Februari 2024
Rekomendasi Kado Valentine Anti Mainstream, Dijamin Buat Hati Para Wanita Berbunga-bunga
Rekomendasi 7 Kado Valentine yang Romantis untuk Pasangan, Dijamin Buat Para Wanita Klepek-klepek