Kebanyakan berasal dari negara bekas jajahan Prancis, seperti Maroko, Aljazair, Tunisia, dan lainnya.
Kebab dan falafel paling mudah ditemukan, lalu couscous dan hummus dari Maroko, chicken yassa dari Senegal.
Baca Juga: 7 Cara untuk Menghemat Biaya Saat Wisata di Paris, Prancis
3. Amsterdam
Jumlah muslim di Amsterdam terbilang banyak juga, sehingga tidak sulit menemukan restoran halal.
Toko bahan makanan halal pun ada. Paling tidak ada sekitar 59 tempat makan halal di Amsterdam.
Menu yang ditawarkan mulai dari menu Turki, Indonesia, Malaysia, sampai Sudan.
Kalau mau menu murah, bisa ke kedai kebab. Selain kebab, tersedia juga falafel dan shawarma.
Baca Juga: Restoran Padang di Amsterdam Rasakan Efek Ekspansi BNI
4. Vienna
Vienna sering jadi persinggahan turis yang mau ke Eropa Barat dan Eropa Timur.
Penduduk di sini pun beragam, sebagian kecil beragama muslim, sehingga tercatat 50an restoran halal.
Paling mudah ditemukan restoran Turki dan Iran.
Baca Juga: Masjid-masjid Megah di Eropa, Selain Beribadah Juga Bisa Berwisata ke Sini
Menunya seperti gheime, bamijeh, tchello kebab, baklava, dolma dan shawarma.
Vienna terkenal dengan menu scnitzel yang terbuat dari daging babi dibalur panir lalu digoreng kering.
Namun, sekarang sudah tersedia scnitzel halal yang terbuat dari daging sapi.***
Artikel Terkait
7 Kiat Mencari Makanan Halal Saat Liburan Di Luar Negeri
Rekomendasi Tempat Makan Halal di Perth, Australia. Banyak Kok Pilihannya!
Gaet Turis Muslim, Di Seoul Semakin Banyak Tempat yang Menjual Makanan Halal. Ini Rekomendasinya
Makanannya Sudah Pasti Halal, Ini Restoran yang Direkomendasikan di Kampong Glam, Singapura
4 Restoran Wagyu Halal di Tokyo, Sajikan Daging Berkualitas dan Terpercaya Asli Jepang
Panduan Bagi Wisatawan Muslim di Jepang: Pertumbuhan Pariwisata Halal di Negeri Sakura
Ini Rekomendasi Kuliner Halal di Chatuchak Market, Bangkok, Thailand