Tradisi Sambut Lebaran di Pontianak, Menyalakan Meriam!

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Kamis, 20 April 2023 | 09:49 WIB
Tradisi Sambut Lebaran di Pontianak, Menyalakan Meriam!
Tradisi Sambut Lebaran di Pontianak, Menyalakan Meriam!

Kabar BUMN - Menjelang lebaran banyak masyarakat Indonesia melakukan tradisi untuk menyambut Idulfitri. Salah satunya adalah masyarakat Pontianak, yang memiliki berbagai tradisi unik dalam menyambut lebaran. Ketahui tradisinya di sini, yuk!

Dikenal sebagai Kota Khatulistiwa yang menyimpang beragam, Pontianak memiliki tradisi menyambut lebaran yang tak kalah unik dari daerah lainnya di Indonesia. Menariknya, tradisi ini seakan menjadi rangkaian panjang menjelang Hari Raya Idulfitri, yang kompak dilakukan oleh masyarakat Pontianak di tengah keberagaman suku.

Bahkan, kemeriahan menyambut lebaran di Pontianak bisa kita rasakan sejak pertengahan bulan Ramadan. Mulai dari pawai obor, menyalakan meriam, hingga tradisi makan bersama saat Hari Raya Idulfitri di Pontianak membuat rangkaian tradisi ini kaya akan makna.

Bagi Anda yang berencana mudik atau berlibur ke Pontianak, berikut beberapa tradisi menyambut lebaran di Pontianak yang tak boleh dilewatkan:

Keriang Bandong

Salah satu tradisi rutin yang dilakukan menjelang lebaran di Pontianak adalah Keriang Bandong. Sebuah tradisi pawai obor yang sudah menjadi adat istiadat nenek moyang masyarakat Pontianak. 

Pawai diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa, yang mengelilingi jalanan atau desa sambil membawa obor. Biasanya, tradisi Keriang Bandong dilakukan pada hari ke-21, hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Lebih tepatnya, tradisi ini ditujukan untuk menunggu datangnya malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan. 

Meriam Karbit

Tradisi menyambut lebaran di Pontianak berikutnya adalah Meriam Karbit. Kalau dulu meriam digunakan sebagai alat perang, kini meriam-meriam dinyalakan sebagai tanda Hari Raya Idulfitri akan tiba. Dalam tradisi ini menampilkan puluhan meriam yang dibunyikan di pinggir Sungai Kapuas. Suara meriam yang nyaring akan memeriahkan suasana malam takbiran di Kota Pontianak. 

Sedekah makanan

Memasuki 10 hari terakhir Ramadan atau malam selikuran, masyarakat Pontianak memiliki tradisi sedekah makanan. Dalam tradisi ini masyarakat Pontianak akan mengirim makanan ke tetangga dan saudara. Bukan tanpa tujuan, tradisi sedekah makanan pada masa selikuran bertujuan untuk menyedekahi keluarga yang sudah meninggal. Selain itu, tradisi ini juga menjadi ajang berbagai kepada keluarga yang kurang mampu. 

Membuat lemang 

Lebaran tanpa hidangan khas rasanya akan kurang. Tradisi menyambut lebaran di Pontianak berikutnya adalah memasak lemang. Makanan ini wajib ada di meja makan masyarakat Pontianak saat lebaran tiba. Makanan yang mirip lontong ini terbuat dari beras ketan yang dimasukkan ke dalam bambu, lalu dimasak di atas bara api.

Ada beberapa cara menikmati lemang di Pontianak. Kita bisa menyantapnya bersama dengan tapai hitam, atau dengan kuah rendang yang gurih. Kedua cara ini tidak menghilangkan rasa lemang yang dikenal  gurih dan melezatkan. Jadi, tinggal sesuaikan dengan kesukaan saja, ya!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini