Kabar BUMN - Air dingin memiliki banyak manfaat bagi tubuh terutama untuk kesehatan baik mental maupun fisik.
Terapi air dingin juga busa membantu melawan stres, depresi hingga kekurangan energi.
Terapi air dingin atau hidroterapi biasanya dilakukan dengan cara berendam ke dalam air yang memiliki suhu tidak lebih dari 15 derajat Celcius.
Air dengan suhu yang sangat dingin akan membuat tubuh kaget pada awalnya, kemudian tubuh akan menyesuaikan diri.
Sebuah laporan yang diterbitkan di New York Times mengungkap bahwa terapi air dingin bisa membantu mengatur ulang kimia otak.
Metode ini juga bisa memanfaatkan dopamin kimia otak yang menyenangkan dan mengurangi kadar kortisol (hormon stres), yang meredakan stres.
Baca Juga: Resep Fuyunghai Ayam yang Enak dan Praktis Ala Chinese Resto
Dikutip dari Medical Daily, berikut manfaat terapi air dingin:
1. Mengurangi peradangan
Air dingin terbukti dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, yang bisa membalikkan segala jenis rasa sakit dan juga menenangkan otot.
Hal tersebut dikarenakan syok dingin dapat menurunkan kadar interleukin 1 beta (IL-1β) , molekul pemberi sinyal yang memicu peradangan.
2. Meningkatkan sirkulasi
Air dingin bisa meningkatkan sirkulasi darah dengan menyempitkan pembuluh darah serta mengeluarkan sisa metabolisme, sehingga memasok jaringan otot dengan darah segar yang kaya oksigen.
Baca Juga: WhatsApp Memperkenalkan Fitur Baru, Satu Akun Bisa Menautkan 5 Perangkat Sekaligus
3. Meningkatkan energi
Air dingin bisa membuat pelepasan adrenalin dimana hal tersebut mampu meningkatkan tingkat energi, fokus dan menghilangkan kelelahan.
4. Meningkatkan sistem kekebalan
Dalam studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Plos One mengungkapkan bahwa air dingin berdampak positif pada kekebalan.
Namun perlu diingat juga beberapa risiko yang terkait dengan paparan air dingin seperti hipotermia, aritmia, dan serangan jantung.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga sesi terapi dingin Anda singkat dan mengikuti panduan medis yang tepat sebelum memilihnya.
Mandi air dingin tidak boleh lebih dari 15 menit, kata John Gallucci , koordinator medis Major League Soccer, menurut Everyday Health.***
Artikel Terkait
Mengenal “Ngejot”, Tradisi Lebaran di Bali yang Sarat Makna
Makna dan Filosofi Rendang Khas Lebaran yang Jarang Diketahui
Kemeriahan Lebaran di Bengkulu
Ragam Tradisi Menyambut Lebaran di Kepulauan Riau
Perayaan Lebaran Unik di Maluku, Perang Sapu Lidi